Showing posts with label KAJIAN ISLAM. Show all posts
Showing posts with label KAJIAN ISLAM. Show all posts

Download Kumpulan Ceramah KH Anwar Zahid mp3


(Cara mendownload : enak pakai laptop atau komputer downloadnya. Kalau pakai hp kadang kena ad blok dan tulisannya malware detected atau harm for your phone, padahal enggak. Oke caranya Klik Download Mp3, Kemudan Klik Skip Ad {Pojok Kanan Atas})
  1. download mp3 ceramah Kyai Anwar Zahid - KH Anwar Zahid Full Pengajian Lucu Bojonegoro - BBM Mundak Ngundang Kyai Yo Diundakne Download Mp3
  2. download mp3 ceramah Kyai haji Anwar Zahid - KH Anwar Zahid di Korea Selatan 3 Mei 2015 Download Mp3
  3. download mp3 ceramah Kyai Anwar Zahid - KH Anwar Zahid Pengajian Terbaru Lucu Banget 2 Mei 2015 Download Mp3
  4. download mp3 ceramah Kyai haji Anwar Zahid - KH. Anwar Zahid Live Kalitengah Lamongan 2015 Download Mp3
  5. download mp3 ceramah Kyai haji Anwar Zahid - KH. Anwar Zahid - Ceramah Lucu Sang Kyai Download Mp3
  6. download mp3 ceramah Kyai Anwar Zahid - KH. ANWAR ZAHID TERBARU MARET 2015 - MASUKLAH ISLAM SECARA KAFFAH FULL Download Mp3
  7. download mp3 ceramah Kyai Anwar Zahid - Kunci Menjadi Sukses- Metode Ceramah Lucu Ngakak Abis 
  8. download mp3 ceramah Kyai Anwar Zahid - Ucapan Menjadi Do'a Download Mp3
  9. download mp3 ceramah Kyai haji Anwar Zahid - URIP KUDU GOLET DUIT Ceramah Terbaru 2015 Paling Kocak Bikin Ngakak banget
  10. download mp3 ceramah Kyai haji Anwar Zahid - Terbaru 2015 HUKUM PACARAN Dalam Islam Ceramah Paling Lucu Kocak Ngakak Download Mp3
  11. download mp3 ceramah Kyai haji Anwar Zahid - Pengajian Lucu Bikin Ngakak KH Anwar Zahid
  12. download mp3 ceramah Kyai Anwar Zahid - Pengajian Akbar Kh. Anwar Zahid HUT Rasau jaya 1 Terbaru 29 Maret 2015,
  13. download mp3 ceramah Kyai Anwar Zahid - Pengajian KH. ANWAR ZAHID 'Cinta Kepada 6 Perkara' FULL HUMOR Banget
  14. download mp3 ceramah Kyai Anwar Zahid - Pengajian KH Anwar Zahid Terbaru 2014 di sukamulya - Tangerang 
Itulah beberapa ceramah dari kyai haji anwar zahid

download kumpulan ceramah kyai anwar zahid
download ceramah lengkap anwar zahid
downloadlengkap mp3ceramah kyai anwar zahid

Penyakit Serius yang Sering Dihadapi di Tanah Suci

Pneumonia (radang paru-paru)
Radang paru-paru disebabkan oleh infeksi kuman / bakteri / virus yang menular melalui udara. Mudah terinfeksi oleh mereka yang lanjut usia dan mereka yang mengidap penyakit paru-paru.
Mereka yang menderita penyakit seperti diabetes, asma, sakit jantung dan perokok memiliki risiko tinggi untuk mendapatkan penyakit ini.


Tanda-tanda
• Batuk berdahak / berdarah
• Dahak kuning, kemerahan atau hijau
• Demam
• Sakit dada saat menarik nafas

Pneumonia dalam kondisi yang parah bisa
• Melemahkan gerakan jantung
• Mengakibatkan keracunan darah
• Membawa maut

langkah pencegahan
• Makan dan minum secara teratur
• Hindari terlalu banyak menggunakan tenaga dalam cuaca panas / dingin
• Jauhi orang yang batuk atau mengidap penyakit pneumonia
• Tutup mulut ketika batuk terutama bagi pasien
• Hindari tempat ramai
• Rehatkan badan
• Makan makanan bergizi
• Berhenti merokok
• Tutup mulut dan hidung dengan kain tipis / tualaatau gunakan mask (masker mulut) ketika melalui daerah berdebu
• Segera dapatkan perawatan di Klinik Maktab / Zona, jika batuk dan pilek ringan tidak berangsur pulih dalam waktu tiga hari
• Makan obat antibiotik sampai habis dan patuhi saran dokter
• Sebelum berangkat ke Tanah Suci, dapatkan perawatan jika bakal jemaah haji tertular batuk-batuk.



Penyakit meningitis (infeksi selaput otak)

Meningitis adalah infeksi bakteri / virus yang menular ketika terjadi infeksi pada selaput otak. Serangan di bagian meninges mengakibatkan radang di bagian selaput otak dan bisa mematikan. Wabah ini pernah terjadi di kalangan jemaah haji Malaysia di Tanah Suci pada tahun 1987, 2000 dan 2001.
Penyakit ini cepat menyebar jika kondisi kesehatan kurang baik seperti lemah / lesu serta kurang zat makanan yang bisa mengurangi daya tahan tubuh. Penyakit ini mudah terjadi di tempat yang sesak, kering dan panas.


cara infeksi
• Melalui udara yang tercemar dengan bakteri / virus dari bersin / lelehan ingus pasien
Tanda-tanda infeksi
• Demam panas
• Pening kepala / sakit kepala
• Hidung berair
• Ruam badan
• Sakit tengkuk / leher menjadi tegang (stiffness of neck)
• Rasa mual atau muntah
• Kurang ingatan, merapu (delirium)
• Pingsan, kejang dan koma

langkah pencegahan
• Semua bakal haji harus mendapat suntikan 'anti meningitis' sebelum berangkat ke Tanah Suci seperti yang telah diwajibkan oleh pemerintah Arab Saudi. Mulai Musim Haji 1422 H / 2002 Masehi semua bakal haji diwajibkan mendapat suntikan Meningcoccal Quadrivalent Vaccine ACYQ 135dan tidak lagi Vaccine A & C seperti tahun-tahun sebelumnya
• Jaga kebersihan diri dan tempat tinggal
• Makan makanan yang bergizi
• Rehatkan badan
• Hindari tempat-tempat yang ramai
• Pakai mask (masker mulut) setiap kali keluar dari akomodasi
• SEGERA dapatkan perawatan di Klinik Maktab / Zona ketika ada tanda-tanda penyakit
• Petugas Medis akan memberi obat prophylaxsis, jika penyakit ini terjadi di kalangan Jemaah Haji. Pastikan Anda dan teman sekamar memakannya dengan mengikuti petunjuk dan aturan yang diberi untuk menghindari infeksi.





Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan cuaca / hawa panas heat related illness)
Terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan air dan garam mudah terjadi pada mereka yang memiliki penyakit ginjal dan yang berusia.


Tanda-tanda
langkah pencegahan
Terjadi ketika suhu tubuh (suhu normal tubuh 37 0 C) meningkat dengan cepat ke 41oC (106 oF) atau lebih akibat terkena cuaca / hawa panas yang mempengaruhi sistem kontrol suhu tubuh. Ia mudah terjadi pada orang yang memiliki berat badan yang berlebihan (obesitas)
Tanda-tanda:

langkah pencegahan
1. Kelelahan panas

1. Tahap awal
1. Kurang selera
2. Rasa letih
3. Tidak bertenaga
4. Pusing
5. Pitam
6. Susah tidur
7. Kurang buang air kecil

2. Tahap parah
0. Kulit dan lidah menjadi kering
1. Muka tirus>
2. Hilang ingatan
3. Pingsan
4. Banyakkan minum air secukupnya 3- 4 liter sehari.
5. Makan beberapa siung buah tamar 2 -3 kali sehari, mudah-mudahan air yang diminum setelah makan buah kurma dapat menambah air di dalam tubuh.
6. Banyak beristirahat di tempat teduh.
7. Kenakan pakaian berwarna cerah
8. Tutup / lindungi kepala atau pakai payung saat keluar
9. Tidur secukupnya.
10. Tidak terlalu banyak menggunakan energi
11. Segera dapatkan perawatan di Klinik Maktab / Zona jika ada tanda-tanda penyakit

2. Kejutan Panas

1. Tahap awal
0. Demam
1. Kurang selera
2. Tidak bertenaga
3. Pusing

2. Tahap parah
0. Demam tapi tidak berkeringat
1. Badan kering dan panas
2. Pitam
3. Pingsan
4. Sawan
5. Tidak sadar beberapa jam / hari
6. Kegagalan fungsi hati
7. Sistem pembekuan darah terganggu
8. Muntah berdarah
9. Hindari terkena sinar matahari secara langsung
10. Hindari berada di tempat panas
11. Beristirahat di tempat dingin berpenyejuk udara
12. Banyakkan minum 3-4 liter air per hari




Penyakit kolera (taun)
Sejenis penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Vibrio cholerae. Periode waktu terjadi di antara beberapa jam sampai 5 hari setelah mengambil makanan atau minuman yang tercemar kuman tersebut. Wabah ini pernah terjadi di kalangan jemaah haji Malaysia di Tanah Suci pada 1985, 1988 dan 1989.


1. Tanda-tanda
1. Diare yang datang dengan tiba-tiba dan berkelanjutan (berwarna putih seperti air beras).
2. Otot-otot menjadi tegang dan kejang.
3. Kulit tubuh kering dan pasien sering haus.
4. Lidah menjadi cekung.
5. Muntah yang berkelanjutan.
6. Pasien tidak membuang air kecil (kencing) karena kekurangan air.

2. Tanda-tanda kejutan (shock)
0. Tekanan darah rendah
1. Denyutan jantung lemah dan lambat
2. Kulit menjadi dingin dan gemetar

cara menyebar
• Melalui makanan / minuman yang terkena lalat yang tercemar kuman ini ..
• Melalui tinja dan muntah pasien / pembawa kuman.
• Pencemaran pasokan air minum melalui pembuangan kotoran yang tidak sempurna / bersistem.
• Melalui tangan yang terkena najis / muntah pasien / pembawa kuman (jika tidak dicuci sebelum makan atau saat menyiapkan makanan.
• Melalui penjaja / vendor / yang tidak Tidak mengamalkan kebersihan diri dan lingkungan.


langkah pencegahan
• Minum air yang telah dimasak
• Cuci tangan dengan sabun dan air yang bersih sebelum makan / menyediakan / menyajikan makanan / minuman.
• Cuci sayuran, buah-buahan dan piring dengan air yang bersih
• Tutup makanan / minuman sehingga tidak dihinggapi lalat
• Bersihkan area dalam kamar
• Gunakan toilet yang sempurna dan cuci tangan setelah menggunakan toilet.
• Jangan membeli makanan yang dijual oleh penjaja yang tidak mengamalkan kebersihan.Jangan gunakan botol / wadah air untuk bersuci di toilet untuk minum.
• Segera dapatkan perawatan di Klinik Maktab / Zona jika ada tanda-tanda penyakit


keracunan makanan
Terjadi ketika mengalami tanda dan gejala setelah makan makanan yang terkontaminasi. Biasanya gejala timbul beberapa jam / hari setelah makan. Gejala yang dialami berbeda antara setiap individu tergantung pada:
• Ketahanan diri (kekebalan)
• Jenis kuman yang terdapat pada makanan
• Kuantitas makanan yangdimakan
• Umur


Tanda-tanda
• Mual dan muntah
• Perut sakit dan memulas
• Diare
• Demam dan menggigil


penyebab keracunan
• Makanan terkontaminasi oleh kuman yang berbahaya
• Makanan terkontaminasi oleh lalat, debu dan sebagainya.
• Makan makanan yang mengandung toksin / racun alami seperti jenis jamur atau makanan laut


Cara infeksi menyebar melalui
• Penjaja / penjual tidak menjaga kebersihan diri atau tidak mengamalkan kebersihan ketika menyediakan makanan.
• Penjaja / penjual mengungkapkan makanan kepada lalat, debu dan sebagainya.
• Penjaja / penjual tidak menjaga kebersihan toko / kios
• Pembeli tidak peduli tentang kebersihan makanan yang dibeli.


langkah pencegahan
• Pilih makanan yang dijual oleh penjaja / vendor yang mengadopsi kebersihan.
• Tidak membeli makanan dari warung yang kotor / penjaja yang tidak berlisensi.
• Segera dapatkan perawatan di Klinik Maktab / Zona jika ada tanda-tanda penyakit
• Pastikan orang lain tidak makan makanan tersebut.
• Laporkan semua kejadian keracunan makanan kepada petugas medis dengan segera.
• Simpan makanan yang diduga menyebabkan keracunan sehingga pihak petugas medis dapat membuat penelitian selanjutnya.

Penyakit ringan yang Sering Dihadapi di Tanah Suci


Para Jemaah haji mudah kekurangan kekebalan tubuh yaitu sistem daya tahan tubuh menjadi lemah dan mudah terinfeksi penyakit menular. Ini disebabkan beberapa faktor seperti:


  1. Kedaaan cuaca yang panas atau dingin
  2. Kekurangan air / garam dalam tubuh
  3. Makan / minum yang tidak teratur
  4. Tempat tinggal yang sesak
  5. kurang istirahat
  6. kelelahan tubuh
  7. usia lanjut
  8. Sakit-sakit ringan


Jemaah haji mudah sakit-sakit ringan seperti:


  • Kondisi ini terjadi ketika mengambil makanan yang terkontaminasi.


Langkah pencegahan:


  • Kondisi ini terjadi ketika kurang minum air / kurang makan makanan berserat


Langkah pencegahan:

Batuk dan flu (hampir 90% dari jemaah haji tertular batuk)
Langkah pencegahan:


  • rehatkan badan
  • Banyak minum air, 3-4 liter sehari terutama setelah menggunakan tenaga fisik.
  • Makan makanan yang bergizi.
  • Dapatkan perawatan di klinik Maktab / zona sebelum kondisi bertambah parah.
  • penyakit kulit
Pasien mengalami gatal-gatal di kulit, pecah tumit / mulut / bibir, kulit kering dan ruam. Ruam timbul di seluruh tubuh kecuali di bagian muka.
Kondisi ini terjadi karena:

  1. cuaca yang dingin dan kulit menjadi kering khususnya di Madinah
  2. Sering mandi dengan menggunakan sabun, menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan mengurangi kelembaban alami kulit.
  3. air yang diproses dari air laut juga dapat menyumbangkan kepada sakit kulit.

Langkah pencegahan:


  1. Kurangi mandi
  2. Gunakan kaus kaki dan baju lengan panjang untuk mengurangi kulit kering.
  3. Jangan sering menggunakan sabun. Jika perlu, guna sabun pelembab.
  4. Gunakan lotion pelembab pada kulit yang terkena.
  5. Oleskan krim atau minyak zaitun di tempat yang pecah atau pergi ke Klinik Malaysia untuk mendapatkan perawatan.
  6. Banyak minum air, 3-4 liter sehari terutama setelah banyak menggunakan tenaga fisik.
  7. Lap kaki setelah wudhu / keluar dari toilet dan selalu memakai kaus kaki / stocking.

Hidung berdarah Kondisi cuaca panas dan kering atau dingin dapat menyebabkan kotoran hidung menjadi keras, berkeping-keping dan mudah berdarah.
Langkah pencegahan:


  1. Kurangi berjalan di waktu panas atau dedahkan diri dengan cuaca dingin.
  2. Jangan selalu mengorek hidung dengan paksa dan kasar. Ini bisa membuat hidung berdarah.
  3. Laprongga hidung dengan kapas atau handuk basah.
  4. Jepit hidung yang berdarah dengan ibu jari dari luar selama satu atau dua menit.
  5. Bernapas melalui mulut sambil mendongak ke atas.
  6. Dapatkan perawatan dari dokter jika masalah hidung berdarah berkepanjangan.


Bisul-bisul (abscess)
Bisul terjadi ketika pengumpulan nanah di mana-mana bagian tubuh yang disebabkan infeksi dan pembiakan kuman. Bisul dapat terjadi di:

  1. kepala
  2. muka
  3. badan
  4. tangan
  5. kaki

Bisul terjadi karena:


  1. Kurang menjaga kebersihan diri
  2. Kekurangan air untuk bersuci dan mandi
  3. Udara yang kurang bersih dan berdebu
  4. Mengidap kencing manis

Tanda-tanda


  1. demam
  2. Kurang nafsu makan
  3. Bisa-bisa dalam otot
  4. Area bisul membengkak dan mengumpulkan nanah
  5. sakit berdenyut
  6. Jika bernanah dan tidak mendapat perawatan, pasien dapat mengalami demam parah (high fever), keracunan darah dan mematikan.

Langkah pencegahan:


  1. Selalu menjaga kebersihan diri.
  2. Pakai sepatu / sepatu yang sesuai dan tidak terlalu sempit / ketat.

Diare ringan
  1. Rehatkan badan.
  2. Banyakkan minum air, 3-4 liter sehari.
  3. Bersih tangan sebelum makan.
  4. Elak makanan yang terkena lalat dan debu.
  5. Elak makanan yang lama dan berbau basi.
  6. Cuci buah sebelum di makan.
  7. Dapatkan perawatan di Klinik.
  8. Makan obat sesuai aturan dokter.

Kurang buang air besar
  1. Banyak minum air 3-4 liter sehari, terutama setelah menggunakan gerakan fisik yang banyak
  2. Banyak makan buah-buahan.
  3. Lebihkan makan sayuran ketika makan nasi
  4. Jika minum teh Arab (Shasi), setelah minum disarankan minum segelas / secangkir air dingin.

Panduan Kesehatan Selama di Tanah Suci

Panduan Kesehatan


  1. Pakai pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca (dingin atau panas)
  2. Tutup mulut dan hidung dengan penutup mulut (mask) atau kain tipis ketika berada di area berdebu.
  3. Minum air (kosong / air zam-zam) setiap kali pulang dari masjid atau setelah berjalan. Minum 2-3 liter sehari khususnya ketika panas.
  4. Makan makanan yang bergizi
  5. Setiasa menjaga kebersihan diri
  6. berhenti merokok
  7. Jika batuk dan pilek berkelanjutan selama 24 jam jemaah disarankan segera ke klinik untuk mendapatkan perawatan sebelum keadaan menjadi lebih parah.


Saran untuk jemaah haji

Dalam Perjalanan Antara Jeddah / Madinah / Madinah

  1. Perjalanan di antara Jeddah ke Madinah mengambil msa sekitar 8-10 jam, sedangkan Jeddah ke Makkah 2 jam (ketika menaiki bus).
  2. Jemaah haji disarankan untuk membawa bekal makanan / minuman yang memadai bersama ketika dalam perjalanan bus ini.
  3. Makan terlebih dahulu sebelum bertolak ke Madinah atau ke Makkah.
  4. Jika atuh sakit dalam perjalanan memberitahu sopir untuk di bawa ke klinik yang terdekat.
  5. Pihak waris / sahabat yang ikut sama diminta melaporkan dengan SEGERA ke Dalil atau Pegawai Muassasah atau Pegawai Dana Haji atau Klinik Malaysia di Madinah / Makkah JIKA; Ada Jemaah haji yang sakit parah
  6. Dimasukkan ke Rumah Sakit Arab / Pusat Kesehatan
  7. Meninggal dunia dalam perjalanan

di Madinah

  1. Hindarkan diri dengan cuaca yang panas atau dingin begitu lama.
  2. (Pilih waktu yang sesuai, jika hendak membeli-belahi)
  3. Jangan sering / selalu mandi ketika tubuh sedang panas.
  4. Bawa baju tebal (sweater) untuk penggunaan di Madinah karena cuaca sebelum wukuf adalah dingin.
  5. Banyakkan minum air, 3-4 liter sehari terutama setelah banyak menggunakan tenaga fisik.
  6. Jagalah kesehatan selama berada di Madinah. Jika sakit, hubungilah Klinik Malaysia.
  7. Untuk memudahkan jamaah mendapat perawatan, pihak Lembaga Tabung Haji telah menyediakan klinik zona di salah sebuah bangunan rumah jemaah haji di Madinah. Alamat-alamat klinik zona ini akan diberitahu kepada jemaah haji ketika mereka sampai di Madinah.

di Makkah

  1. Lebihkan makan buah-buahan dan sayuran karena ia mudah tersedia.
  2. Jangan makan makanan yang sudah disimpan lama dan sudah berbau basi. Makan dalam waktu 2 jam setelah diberikan.
  3. Jangan makan makanan yang terkena lalat dan debu.
  4. Cuci buah dan sayuran sebelum dimakan.
  5. Banyakkan minum air, 3-4 liter sehari. Badan akan kehilangan banyak air karena kondisi cuaca yang panas dan selalu berkeringat
  6. Kurangi aktivti yang menggunakan energi di dalam cuaca yang panas.
  7. Hindarkan diri terlalu lama dalam cuaca panas. Ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan air / garam yang dapat menyebabkan kejutan panas (heat stroke) dan mematikan.
  8. Mengelapkan tubuh dengan handuk basah dan tidak perlu mandi di waktu siang.
  9. Jika sakit, segera ke klinik untuk mendapatkan perawatan.
  10. Ada Klinik Maktab dikediaman jemaah haji. Jemaah akan diberitahu oleh Petugas Kebajikan dan Kedokteran Tabung Haji lokasi Klinik Medis Malaysia.

Di Arafah Dan Mina

  1. Jemaah Haji disarankan membuat persiapan awal menjaga kesehatan. Otoritas Arab Saudi tidak mengizinkan semua Rombongan Kedokteran luar negeri membuka rumah sakit dan klinik di Arafah dan Mina.
  2. Pasien-pasien yang kritis dan membutuhkan oksigen berkelanjutan dan 1 / V Drips akan di bawa dengan ambulans dan bus Nagabah pada 9 Zulhijjah yaitu hanya untuk berwukuf, kemudian dimasukkan ke rumah sakit kembali dengan diiringi Petugas Medis.
  3. Banyakkan minum air, 3-4 liter sehari terutama setelah menggunakan tenaga fisik.

Bagaimana mendapatkan perawatan jika sakit


  1. Beritahu Manajer Maktab / Petugas Muassasah / teman kos atau kerabat agar mengirim ke Klinik Maktab / Zona untuk menerima perawatan.
  2. Panggil dokter ke kamar untuk perawatan darurat.
  3. Buka Klinik Maktab / Zona yang disediakan di akomodasi.
  4. Jika terjadi darurat di luar akomodasi segera ke Klinik Maktab Malaysia yang dekat.

Waktu perawatan di klinik maktab / zona

(Waktu perawatan mengalami perubahan selama di Tanah Suci)

Perawatan darurat - 24 jam
Pagi - 7.00pagi - 12.00 siang
Petang - 5.00petang - 10.00 malam

Persiapan Jamaah Sebelum ke Tanah Suci

Mengerjakan haji adalah rukun Islam ke lima bagi umat Islam. Justru itu adalah penting bagi calon jemaah haji untuk membuat persiapan diri dari semua aspek termasuk perawatan kesehatan.

Informasi yang disediakan hanyalah sebagai panduan bagi jemaah untuk membuat persiapan serta langkah-langkah persiapan dalam menjaga kesehatan agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna.

Semoga panduan perawatan kesehatan ini dapat membantu calon jamaah / jemaah haji dalam menjaga kesehatan mereka sebelum, selama dalam mengerjakan ibadah haji dan setelah pulang ke tanah air. Panduan yang disediakan ini, hanyalah dari aspek kesehatan saja. Bakal haji / jemaah haji disarankan mendapatkan informasi rinci dari pihak Lembaga Tabung Haji dan Petugas Medis dari waktu ke waktu.

Persiapan sebelum ke Tanah Suci

Semua jemaah haji termasuk anak-anak yang dibawa untuk mengerjakan haji diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan dan memiliki surat pernyataan dokter untuk memperoleh visa haji. Ini merupakan syarat / peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi bagi semua jemaah yang ingin naik haji. Sebelum ke tanah suci semua bakal jemaah harus mengambil tindakan berikut:

Sebelum belepas ke tanah suci, bakal haji harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan di klinik kesehatan atau rumah sakit. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui status kesehatan diri jemaah seperti:

Semua bakal haji harus mendapatkan suntikan anti meningitis yaitu meningococcal Quadrivalent Vaccine ACYW-135 yang dapat diambil di klinik atau rumah sakit. Otoritas Arab Saudi telah mewajibkan semua calon haji mendapatkan suntikan ini sebelum mengerjakan haji. Suntikan ini akan disahkan oleh dokter dan dicatat dalam Buku Rekor Perawatan.

Bakal haji dianjurkan juga mengambil suntikan pilihan seperti:

Namun bakal haji diminta mendapatkan saran dari Ahli / Petugas Medis terlebih dahulu tentang imunisasi yang ingin diambil.

Setelah pemeriksaan kesehatan semua informasi kesehatan akan di catat didalam buku catatan perawatan kesehatan. Buku ini memiliki makumat kesehatan serta daftar obat-obatan yang harus diambil sesuai dosis atau takaran yang telah ditentukan. Buku ini harus selalu dibawa bersama jemaah haji saat mendapatkan perawatan medis di Tanah Suci.

Membuat Pemerikasan Kesehatan
mendeteksi penyakit lebih awal sehingga pengobatan dapat diberikan untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah selama di tanah suci
memberikan perawatan dan obat sekiranya bakal jemaah haji mengidap penyakit seperti darah tinggi, kencing manis, lemah jantung serta lain-lain masalah kesehatan
mendeteksi penyakit menular yang dapat menginfeksi orang lain
kehamilan bagi wanita
masalah gangguan mental, pikun (dimensia) dan sebagainya
mendeteksi penyakit bahaya
mendeteksi status kesehatan yang tidak mengizinkan
Pemeriksaan kesehatan yang perlu adalah:
Pemeriksaan mental dan fisik
Tes laboratorium: Tingkat hemoglobin, golongan darah (A, B, O dan RH Factor dan lain-lain tes (jika perlu)
EKG, X-ray, tes stress menurut usia dan kondisi fisik (jika perlu)
Pemeriksaan lain yang dianjurkan (tidak termasuk dalam paket pemeriksaan kesehatan) seperti:
Mata - mengetahui tingkat penglihatan
Telinga - mengetahui tingkat pendengaran
Gigi - masalah gigi. Selama di Tanah Suci tim medis tidak menyediakan perawatan gigi
Mendapatkan suntikan (imunisasi)
Suntikan vaksin Anti Meningitis
suntikan pilihan
influenza
Pneumococcal 23-valent
Hepatitis (A, B, C)
Lain-lain vaksin
Memiliki Buku Rekor Perawatan kesehatan
Selama pemeriksaan kesehatan, beritahu dokter tentang penyakit yang dihadapi terutama yang berisiko tinggi seperti asma, sakit jantung, diabetes (kencing manis) dan hipertensi (darah tinggi) serta obat-obatan yang diambil. Jangan sembunyikan penyakit / masalah kesehatan agar tindakan segera dapat diambil untuk membantu mereka jika jatuh sakit selama di Tanah Suci. Semua jamaah harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan dalam waktu 3 bulan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah warga mas 60 tahun ke atas. (Orang tua)

Bakal haji orang tua harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan lebih awal yaitu 6 - 10 bulan sebelum belepas ke Tanah Suci untuk mengetahuii:

status kesehatan seperti kesehatan fisik, mental dan gizi
kebutuhan khusus seperti peralatan medis dan obat-obatan
kelompok merisiko tinggi agar pengobatan awal dapat diberikan
Bakal haji warga mas yang memiliki masalah kesehatan kronis seperti asma, diabetes, hipertensi, sakit jantung, sakit ginjal dan endokrine sangat dianjurkan mengambil suntikan influenza.

Penundaan keberangkatan ke Tanah Suci Bakal haji yang mengalami masalah kesehatan yang seriusdinasihatkan menunda keberangkatan ke Tanah Suci jika mengalami masalah seperti:

Gangguan mental (gila / gila)
Dimensia (pikun)
Diabetes yang tidak terkontrol dan memiliki komplikasi
Hipetensi yang tidak terkendali dan dalam keadaan bahaya
Sakit jantung di tingkat bahaya
wanita hamil
Penyakit kanker di tingkat parah / bahaya
Sedang mengidap penyakit menular
Konsumsi obat hormon oleh jemaah haji wanita Bakal haji wanita yang ingin memberhentikan sementara haid diminta saran Spesialis / Petugas Medis terlebih dahulu sebelum mengambil obat hormon.

HUBUNGAN ANTARA ISLAM, IMAN DAN IHSAN

A. Islam1) Pengertian IslamKata Islam berasal dari bahasa Arab yang mempunyai bermacam-macam arti diantaranya :Salam artinya selamat, aman sentosa, sejahtera. Yani aturan hidup yang dapat menyelamatkan manusia didunia akhirat.Aslama artinya menyerah atau masuk Islam. Yakni mengajarkan penyerahan diri kepada Allah SWT.Silmun artinya keselamatan atau perdamaian.Salamum artinya tangga atau kendaraan.Menurut istilah Islam adalah agama Allah yang di wahyukan kepada rasul-rasul-Nya sejak nabi Adam AS hingga nabi terakhir Muhammad SAW. Agama Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia baik keyakinan ibadah, sosial, hukum, politik, ekonomi dan lain sebagainya yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia agar tercapai kehidupan yang ridhai Allah SWT dan kebahagian hidup didunia dan akhirat.Islam sebagai agama Samawi terakhir memiliki hubungan erat dengan yang sebelumnya berupa:Merupakan agama universal (berlaku untuk segenap umat manusia sepanjang masa diseluruh dunia).Dibawakan oleh nabi Muhammad SAW merupakan penyempurna agama Allah yang diwahyukan kepada rasul sebelumnya.Merupakan pelurus dan pengreksi terhadap perubahan atau penyimpangan yang terjadi pada agama-agam sebelumnya.2) Kebenaran agama IslamIslam adalah agama yang paling diridhai disisi Allah SWT dan sebagai agama yang benar ajarannya, dikuatkan dengan alasan dan bukti sebagai berikut:Jelas asal-usulnya yaitu sebagai agama wahyu yang terakhir.Dibawakan oleh nabi terakhir Muhammad SAW.Diterjangkan dalam kitab sucinya yaitu Al-Quran.Ajarannya tidak bertentangan dengan fitrah manusia.Mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dan dapat diamalkan secara praktis oleh pemeluknya.Sebagai agama samawi, Islam memiliki sumbernya yaitu Al-Quran dan Hadist.3) Aspek-aspek ajaran IslamSecara garis besar, aspek ajaran Islam terdiri atas 3 hal, yaitu:1. Aqidah merupakan fondasi agama Islam yang sifat ajarannya pasti, mutlak kebenarannya, terperinci dan monoteistis. Inti ajarannya adalah mengesakan Allah SWT.2. Syariah secara bahasa berarti “jalan yang harus dilalui” sedangkan menurut istilah berarti “ketentuan hukum Allah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, manusia dengan flora dan founa serta alam sekitarnya.Syariah dibagi menjadi beberapa bidang, yaitu:Ibadah adalah hubungan manusia dengan Allah. Ibadah dibagi menjadi 2 macam yaitu Mahmudah dan Ghoiru Mahmudah.Muamalah yaitu aturan tentang hubungan manusia dalam rangka memenuhi kepentingan hidupnya.3. Akhlaq menurut bahasa berarti “perbuatan”, sedangkan menurut istilah adalah aturan tentang perilaku lahir dan batin yang dapat membedakan antara yang terpuji dan tercela. Akhlak yang benar menurut islam adalah yang dilandasi iman yang benar. Secara garis besar akhlaq islam mencakup manusia kepada Allah, diri sendiri, sesama manusia, maupun terhadap flora dan fauna serta alam sekitar kita.B. ImanPengertian Iman adalah membenarkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan dan dilakukan dengan perbuatan. Iman secara bahasa berasal dari kata Asman-Yu’minu-limaanan artinya meyakini atau mempercayai. Pembahasan pokok aqidah Islam berkisar pada aqidah yang terumuskan dalam rukun Iman, yaitu:1. Iman kepada Allah yaitu mempercayai bahwa Allah adalah dzat yang maha esa beriman kepada Allah adalah membenarkan dengan yakin akan keesaannya baik dalam perbuatannya, penciptaan alam seluruhnya maupun dalam penerimaan ibadah segenap hambanya.Bukti keesaan AllahKeesaan Allah atau tauhid merupakan konsep refolusioner yang merupakan inti ajaran islam. Didalamnya terkandung pengertian bahwa hanya ada satu Tuhan penguasa alam semesta. Bukti keesaan Allah dengan cara mudah dimengerti adalah kalau lebih dari satu keteraturan dan ketundukan alam semesta tidak akan terwujud, sehingga hal ini mungkin terjadi apabila hanya ada satu Tuhan yang mengatur dan mengendalikannya yaitu Allah SWT.Hukum beriman kepada AllahAllah dengan jelas memerintahkan agar manusia hanya menyembah Allah dan jangan sekali-kali menyekutukannya dengan sesuatu yang lain. Perintah itu berarti wajib hukumnya percaya kepada yang telah menciptakan alam semesta yaitu Allah.Akibat bagi orang yang tidak beriman kepada Allah SWT.Tidak dapat menerima kebenaran.Selalu dalam keadaan bimbang dan ragu.Tidak boleh diangkat menjadi pemimpin bagi kaum yang beriman hanya akan memperoleh kemenangan sementara.Menjadi musuh Allah akan mendapat siksaa neraka.Allah mempunyai sifat-sifat diantaranya yaitu hidup, tidak berpemulaan, kekal, maha kuasa, maha tahu, berkemauan bebas, berbeda dengan makhluk-Nya, maha mendengar.Hikmah beriman kepada Allah.Kemerdekaan jiwa kekuasaan orang lain.Dapat menimbulkan keberanian untuk terus maju dalam membela kebenaran.Menimbulkan keyakinan untuk terus maju dalam membela kebenaran.Mendapatkan kehidupan yang baik, adil dan makmur akan dipercepat oleh Allah.2. Iman kepada Malaikat-Nya adalah mempercayai bahwa Allah mempunyai mahluk yang gaib bernama malaikat yang tidak pernah durhaka pada-Nya, senantiasa melaksanankan tugasnya dengan cermat dan sebaik-baiknya. Ada sepuluh malaikat yang diwajibkan diketahui oleh umat Islam:Jibril, menyampaikan wahyu.Mikail, menyelenggarakan rizki mahluk.Israfil, meniup sangkarkala dan menjaga alam.Izrail, mengurus pencabut roh.Ridwan, menjaga surga.Malik, menjaga neraka.Raqib, mencatat amal baik manusia.Atib, mencatat amal buruk manusia.Mungkar dan,Nangkir mengajukan pertanyaan pada mayat didalam kubur.3. Iman kepada kitab-kitab-Nya adalah mempercayai bahwa Allah mempunyai kitab-kitab yang di turunkan kepada rasulnya sebagai pedoman hidup bagi umatnya. Kitab Allah dan Kalamullah artinya perintah atau ketentuan Allah. Setiap manusia berkewajiban mengimani semua kitab Allah sebagaimana yang tercantum dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 85. Adapun kitab-kitab yang diwajibkan diimani dan tercatat dalam Al-Quran ialah:Kitab Taurat diturunkan kepada nabi Musa AS. QS Al-Baqarah ayat 53.Kitab Zabur diturunkan kepada nabi Daud AS. QS Al-Israa ayat 55.Kitab Injil diturunkan kepada nabi Isa AS. S QS Al-Maidah ayat 46.Kitab Al-Quran diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Qs Thaha ayat 113.Keistimewaan Al-Quran dari kitab-kitab lainnya:Merupakan penyempurnaan kitab Allah sebelumnya yang berisi bimbingan dan petunjuk bagi manusia untuk memperoleh husnul khotimah dengan menghindari berlaku durhaka kepada Allah.Masa berlakunya Al-Quran tidak terbatas.Keaslian isinya terpelihara.Ajarannya sempurna dan mudah dimengerti.4. Iman kepada Rasul-rasul-Nya adalah meyakini Allah mengutus rasul-rasul untuk menyampaikan perintah-perintah-Nya pada umat manusia. Rasul adalah manusia biasa yang dipilih oleh Allah dengan di beri wahyu untuk disampaikan kepada umatnya dan dijadikan sebagai pedoman agara memperoleh kebahagian didunia dan akhirat. Wahyu dari segi bahasa dapat berarti isyarat. ilham atau perundingan yang bersifat rahasia. Sedangkan wahyu menurut istilah adalah nama bagi sesuatu yang didatangkan dengan cara cepat dari Alllah kedalam dada para nabi dan rasulnya. Kemudian rasul juga bertugas memberi bimbingan dan contoh teladan yang sebaik-baiknya bagi umatnya. Para rasul diutus Allah sejalan dengan tahap-tahap perkembangan hidup umat manusia yaitu:Pertama, masa kanak-kanak. Para rasul diutus kepada umat tertentu untuk membawa ajaran tauhid, akhlak dan ibadah langsung kepada Allah.Kedua, masa remaja. Sejarah umat manusia ketika para rasul diutus dalam rangka melangsungkan ajaran tauhid, akhlak dan ibadah langsung kepada Allah.Ketiga, masa dewasa. Sejarah umat manusia ditandai dengan kekuatan akal. Komunikasi antar umat mulai dirasakan kompleks, karena macam faktor pertukaran kebutuhan hidup.5. Iman kepada hari akhir adalah mempercayai atau meyakini akan adanya hari dimana Allah akan mengkhiri kehidupan di alam semesta. Iman terhadap adanya hari akhir merupakan kewajiban bagi setiap muslim, karena termasuk salah satu rukun iman. Apabila seseorang mengimani akan adanya Allah dia dengan sungguh-sungguh mempelajari dan selalu mengingat-Nya. Begitu pula seseorang yang mengimani akan adanya hari akhir.6. Iman kepada Takdir Allah artinya mempercayai bahwa dalam penciptaan alam semesta termasuk manusia. Allah telah menciptakan kepastian dan ketentuan-Nya. Terhadap makhluk selain manusia ketentuan yang diberlakukan Allah atasnya pada dasarnya hanyalah sunnatullah atau hukum alam saja.Hubungan ikhtiar dengan Qadha dan QadarBeriman kepada taqdir itu akan memberikan pelajaran kepada kita bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini berjalan sesuai dengan kebijakan yang telah digariskan oleh dzat yang maha tinggi yaitu Allah. Perlu diketahui bahwa manusia tidak dapat mengetahui taqdir secara pasti, karena itu hanya tertulis di Lauhul Mahfudz. Maka dengan begitu terbuka kesempatan bagi manusia untuk menjadi kreatif dan dinamis dalam berikhtiar. Bahkan Allah memberikan kepada manusia kesempatan untuk berusaha merubah nasib (takdir) yang melekat pada dirinya.Hikmah beriman kepada Qadha dan Qadar, yaitu:Mendorong untuk giat dan semangat bekerja.Menumbuhkan rasa percaya diri dan optimis.Dapat terhindara dari rasa putus asa.Menghilangkan kesembongan.
C. IhsanIhsan berasal dari kata Ahsana-Yuhsinu-Ihsaanan yang artinya “berbuat baik”. Sedangkan pengertian Ihsan menurut istilah adalah menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya jika tidak biasa demikian maka sesungguhnya Allah maha melihat. Maka Ihsan adalah ajaran tentang penghayatan diiri sebagai yang sedang menghadap Allah dan berada di  kehadirat-Nya ketika beribadah. Ihsan adalah pendidikan atau latihan untuk mencapai dalam arti sesungguhnya. Ihsan di analogkan sebagai bangunan Islam ( rukun Iman adalah pondasi dan rukun Islam adalah bangunannya). Ihsan berfungsi sebagai pelindung bagi bangunan ke Islaman seseorang.  Jika seseorang berbuat ihsan, maka amal-amal islam lainnya akan terpelihara dan tahan lama dengan fungsinya sebagai atap bangunan.Ihsan mempunyai landasan yaitu :Landasan Qauli”sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat Ihsan terhadap segala sesuatu” (HR. Muslim). Tuntutan untuk berbuat Ihsan dalam Islam yaitu secara maksimal dan optimal.Ladasan KaunyDengan melihat fenomena dalam kehidupan ini, secara sunnatullah setiap orang suka akan berbuat ihsan:Alasan berbuat Ihsan.Adanya monitoring Allah (muraqaabatullah).Adanya kebaikan Allah (ihsanullah).Dengan adanya muraqabatullah dan ihsanullah maka sudah selayaknya kita berihsanuniyat (berniat yang baik). Karena akan mengarahkan kita kepada :– Ikhlasunniyat (niat yang ikhlas)– Itqanul ‘amal (amal yang rapi– Jaudatul adaa’ (penyelesaian yang baik)Keuntungan seseorang jika beramal yang ihsan antara lain:– Dicintai oleh Allah– Medapatkan pahala– Mendapatkan pertolongan AllahD. Hubungan Antara Islam, Iman dan IhsanAdapun kaitan antara ketiga hal tersebut yaitu Iman berkaitan dengan aqidah, Islam berkaitan dengan syariah, dan Ihsan berkaitan dengan khuluqiyah. Dari ketiga hal diatas maka dalam perkembangan ilmu keislaman, ilmu terkelompok menjadi aqidah, fikih, dan akhlaq.Diantara pengelompokan kata dalam agama islam ialah iman, islam dan ihsan. Berdasarkan sebuah hadist yang terkenal, ketiga istilah itu memberikan umat ide tentang rukun iman, rukun islam dan penghayatan terhadap Tuhan yang maha hadir dalam hidup.Setiap pemeluk islam mengetahui dengan pasti bahwa islam tidak absah tanpa iman, dan iman tidak sempurna tanpa ihsan. Dri pengertian tersebut memiliki arti masing-masing istilah terkait satu dengan yang lain. Bahkan tumpang tindih sehingga satu dari ketiga istilah tersebut mengandung makna dua istilah yang lainnya. Dari pengertian inilah kita mengerti bahwa islam, iman dan ihsan adalah trilogy ajaran Ilahi.Ibadah            kita berkewajiban ihsan dalam beribadah, yaitu dengan menjalankan semua jenis ibadah, seperti solat, puasa, haji dan sebagainya dengan cara yang benar. Yaitu dengan menyempurnakan syarat, rukun, sunnah, dan adab-adabnya. Hal ini tidak akan mungkin dapat ditunaikan oleh seorang hamba, kecuali jika saat pelaksnaan ibadah-ibadah tersebut ia penuhi dengan cita rasa yang sangat kuat (menikmatinya), juga dengan kesadaran penuh bahwa Allah selalu memantaunya hingga ia merasa bahwa ia sedang dilihat dan diperhatikan oleh Allah. Minimal seorang hamba harus merasa bahwa Allah selalu memantaunya, karena dengan inilah ia dapat menunaikan ibadah-ibadah tersebut dengan baik dan sempurna, sehingga hasil dari ibadah tersebut akan seperti yang diharapkan.inilah maksud dari perkataan Rasulullah Saw. yang berbunyi,“Hendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”Kini jelaslah bagi kita bahwa sesungguhnya arti dari ibadah itu sendiri sangatlah luas. Maka selain dari jenis ibadah itu tadi, yang tidak kalah pentingnya adalah juga seperti ibadah lainnya seperti jihad, menghormati sesame mukmin, mendidik anak, membahagiakan istri, dan menjalankan yang mubah semata-mata demi mencari dan mendapatkan Ridho Allah Swt. dan masih banyak lagi. Rasulullah menghendaki umatnya dalam keadan seperti itu, yaitu senantiasa sadar jika ingin ingin mewujudkan ihsan dalam setiap ibadahnya.Tingkat ibadah dan derajatnya            Berdasarkan nash-nash dalam Al-qur’an dan sunnah, maka ibadah mempunyai tiga tingkatan, yang pada setiap tingkatan derajatnya seorang hamba tidak akan dapat mengukurnya. Karena itulah kita berlomba-lomba untuk meraihnya, pada setip derajat ada tingkatan tersendiri dalam surga. Yang tertinggi adalah derajat muhsinin, Dan ia akan menempati jannatul firdaus, derajat tertinggi dalam surga. Kelak penghuni surgs tingkat bawah akan memandangi penghunu surga surga tingkat atas, laksana penduduk bumi memandangi bintang-bintang di langit yang menandakan betapa jauhnya jarak antara mereka.Adapun tiga tingkatan ter sebut adalah sebagai berikut:Tingkat At-taqwa, yaitu tingkatan paling bawah dengan derajad yang berbeda-beda.Tingkat Al-bir, yaitu tingkat menengah dengan derajat yang berbeda-beda.Tingkat Al-ihsan, yaitu tingkat paling atas dengan derajat yang berbeda-beda.Tingkat taqwa            Tingkat taqwa adalah tingkatan dimana seluruh derajatnya dihuni oleh mereka yang masuk kategori Al-muttaqin, sesuai dengan derajad ketaqwan masing-masing.Taqwa akan menjadi sempurna dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi serta meninggalkan segala apa yang dilarangNya, hal ini berarti meninggalkan salah satu perintah Allah saja dapat mengakibatkan sangsi, dan melakukan salah satu laranganNya saja adalah dosa. Dengan demikian puncak taqwa adalah menjalankan semua perintah Allah serta menjauhi segala laranganNya.Namun ada satu hal yang harus dipahami dengan benar, yaitu bahwa Allah Swt. Maha mengetahui mengetahui keadaan hamba-hambaNya yang memiliki berbagai kelemahan, yang dengan kelemahannya itu seorang hamba melakukan dosa. Oleh karena itu Allah membuat satu cara penghapusan dosa, yaitu dengan cara bertobat dan pengampunan. Melalui hal tersebut, Allah akan mengampuni hambaNya yang berdosa karena kelalaiannya dari menunaikan hak-hak taqwa. Sementara itu, ketika seorang hamba naik peringkat puncak taqwa, boleh jadi ia akan naik peringkatnya pada peringkat bir atau ihsan. Peringkat ini disebut martabat taqwa, karena amalan-amalan yang ada pada derajat ini membebaskannya dari siksaan atas kesalahan yang dilakukannya. Adapun derajat yang paling rendah dari peringkat ini adalah derajat dimana seseorang  menjaga dirinya dari kekalnya dalam neraka, yaitu dengan iman yang benar dan diterima oleh Allah Swt.Tingkat Al-bir            Peringkat ini akan dihuni oleh mereka yang masuk kategoi Al-abror, hal ini sesuai dengan amalan-amalan kebaikan yang mereka lakukan dari ibadah-ibadah sunnah serta segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah Swt. hal ini dilakukan setelah mereka melakukan hal yang wajib, yakni yang ada pada peringkat At-taqwa.Peringkat ini disebut derajat Al-bir (kebaikan), karena derajat ini merupakan perluasan pada hal-hal yang sifatnya sunnah, sesuai sifatnya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan merupakan tambahan dari batasan-batasan yang wajib serta yang di haramkanNya. Amalan-amalan ini tidak diwajibkan oleh Allah kepada hambaNya, tetapi perintah itu bersifat anjuran, sekaligus terdapat janji pahala didalamnya.Akan tetapi mereka yang melakukan amalan tambahan ini tidak akan masuk kedalam tingkatan Al-bir, kecuali mereka telah melaksanakan peringkat yang pertama, yaitu peringkat taqwa. Karena melaksanakan hal yang pertama menjadi syarat mutlak untuk naik keperingkat yang selanjutnya.Dengan demikian,barang siapa yang mengklaim dirinya telah melakukan kebaikan sedang ia tidak mengimani unsure-unsur kaidaah iman dalam ihsan, serta tidak terhindar dari siksaan neraka , maka ia tidak dapat masuk kedalam peringkat ini. (Al-bir). Allah Swt. telah berfirman,“Bukanlah kebaikan dengan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebaikan itu adalah taqwa, dan datangilah rumah-rumah itu dari pintu-pintunya dan bertaqwalah kepada Allah agar kalian beruntung.” (Qs. Al-baqarah: 189).“ya tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar seruan orang yang menyeru kepada iman, yaitu berimanlah kamu kepada tuhanmu, maka kamipun beriman. Ya tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang banyak berbuat baik.” (Al-imran: 193) .
Tingkat ihsan            Tingkatan ini akan dicapai oleh mereka yang masuk dalam kategori Muhsinun, mereka adalah orang yang telah melewati tingkat pertama dan kedua (peringkat At-taqwa dan Al-bir).Ketika kita mencermati pengertian ihsan dengan sempurna, maka kita akan mendapatkan kesimpulan bahwa ihsan memiliki dua sisi yaitu : Pertama, ihsan adalah kesempurnaan dalam beramal sambil menjaga keiklasan dan jujur dalam beramal.Kedua, ihsaan adalah sensntiasa memaksimalkan amalan-amalan sunnah yang dapat mendekat diri kepada Allah Swt. selama hal itu adalah sesuatu yang diridhaiNya dan dianjurkan untuk melaksanakannya.Untuk dapat naik kemartabat ihsan dalam segala amal , hanya bisa dicapai melalui amalan-amalan wajib dan amalan-amalan sunnah yang dicintai oleh Allah Swt. serta dilakukan atas dasar mencari ridha Allah Swt.AQIDAH               2.1 Pengertian AqidahPengertian Aqidah Secara Bahasa   (bahasa Arab) aqidah berasal dari kata al-'aqdu (الْعَقْدُ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu (التَّوْثِيْقُ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (اْلإِحْكَامُ) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah (الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ) yang berarti mengikat dengan kuat, at-tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan). "Al-‘Aqdu" (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: " ‘Aqadahu" "Ya'qiduhu" (mengikatnya), " ‘Aqdan" (ikatan sumpah), dan " ‘Uqdatun Nikah.Allah ta’ala berfirman :لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَـكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَArtinya :“ Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)”  (Al-Maa-idah : 89)Terjemahan“Allah will not call you to account for what is futile in your oaths, but He will call you to account for your deliberate oaths: for expiation, feed ten indigent persons, on a scale of the average for the food of your families; or clothe them; or give a slave his freedom. If that is beyond your means, fast for three days. That is the expiation for the oaths ye have sworn. But keep to your oaths. Thus doth Allah make clear to you His signs, that ye may be grateful”  (Al-Maa-idah : 89)Sedang secara teknis aqidah berarti iman, kepercayaan dan keyakinan. Dan tumbuhnya kepercayaan tentunya di dalam hati, sehingga yang dimaksud aqidah adalah kepercayaan yang menghujam atau tersimpul di dalam hati. Sedangkan menurut istilah aqidah adalah hal-hal yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa merasa tentram kepadanya, sehingga menjadi keyakinan kukuh yang tidak tercampur oleh keraguan.Adapun aqidah menurut para ahli seperti berikut : M Hasbi Ash Shiddiqi mengatakan aqidah menurut ketentuan bahasa (bahasa arab) ialah sesuatu yang dipegang teguh dan terhunjam kuat di dalam lubuk jiwa dan tak dapat beralih dari padanya. Syaikh Mahmoud Syaltout adalah segi teoritis yang dituntut pertama-tama dan terdahulu dari segala sesuatu untuk dipercayai dengan suatu keimanan yang tidak boleh dicampuri oleh syakwasangka dan tidak dipengaruhi oleh keragu-raguan.Aqidah atau keyakinan adalah suatu nilai yang paling asasi dan prinsipil bagi manusia, sama halnya dengan nilai dirinya sendiri, bahkan melebihinya. Syekh Hasan Al-Bannah menyatakan aqidah sebagai sesuatu yang seharusnya hati membenarkannya sehingga menjadi ketenangan jiwa, yang menjadikan kepercayaan bersih dari kebimbangan dan keragu-raguan. Dari uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa Aqidah dalam agama islam adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma'(konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath'i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma' Salaf as-Shalih..2.2 Nama-nama Aqidah1. Al – Iman'Aqidah disebut juga dengan al Iman sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur'an dan hadits -hadits Nabi saw, karena 'aqidah membahas rukun iman yang enam dan hal - hal yang berkaitandengannya. Sebagaimana penyebutan al?Iman dalam sebuah hadits yang masyhur disebutdengan hadits jibril as. Dan para ularna sering menyebut istilah 'Aqidah dengan al Iman dalarnkitab - kitab mereka.
2. 'Aqidah (Itiqaad dan 'Aqaa'id)Para ularna juga sering menyebut ilmu 'Aqaa'id dan al'I'tiqaad.
3. Tauhid'Aqidah dinamakan dengan Tauhid karena pembahasannya berkisar seputar Tauhid ataupengesaan kepada Allah di dalam Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma' wa Shifat. jadi, Tauhidmerupakan kajian ilmu 'Aqidah yang paling mulia dan merupakan tujuan utamanya. Oleh karenaitulah ilmu ini disebut dengan ilmu Tauhid.
4. As SunnahDisebut As Sunnah karena para penganutnya mengikuti jalan yang diternpuh oleh Rasulullah danpara Sahabat ra, di dalam masalah 'aqidah. Dan istilah ini merupakan istilah masyhur (populer)pada tiga generasi pertama
5. Ushuluddin dan UshuluddiyanahUshul artinya rukun - rukun Iman, rukun - rukun Islam dan masalah - masalah yang qath'i sertahal - hal yang telah menjadi kesepakatan para ulama.
6. Al Fiqhul AkbarIni adalah nama lain Ushuluddin dan kebalikan dari al Fiqhul Ashghar, yaltu kumpulan hukum -hukum ijtihadi.
7. Asy Syari'ahMaksudnya adalah segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah saw, dan RasulNya berupa jalan - jalan petunjuk, terutama dan yang paling pokok adalah Ushuluddin (dasar - dasar agama)
2.3 Sumber Aqidah IslamJika kita menelaah tulisan para ulama dalam menjelaskan akidah, maka akan didapati 2 sumber pengambilan dalil penting. Dua sumber tersebut meliputi :1. Dalil asas dan inti yang mencakup Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’ para ulama2. Dalil penyempurnaan yang mencakup akal sehat manusia dan fitrah kehidupan yang telah diberikan oleh Alloh azza wa jallaAl-Quran Sebagai Sumber ‘AqidahAl Qur’an adalah firman Alloh yang diwahyukan kepada Rasululloh sholallahu ‘alaihi wassalam melalui perantara Jibril. Di dalamnya, Alloh telah menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh hamba-Nya sebagai bekal kehidupan di dunia maupun di akhirat. Ia merupakan petunjuk bagi orang-orang yang diberi petunjuk, pedoman hidup bagi orang yang beriman, dan obat bagi jiwa-jiwa yang terluka. Keagungan lainnya adalah tidak akan pernah ditemui kekurangan dan celaan di dalam Al Qur’an, sebagaimana dalam firman-Nya :وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقاً وَعَدْلاً لاَّ مُبَدِّلِ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al Qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Q.S. Al An’am:115)Terjemahan :“The word of thy Lord doth find its fulfilment in truth and in justice: None can change His words: for He is the one who heareth and knoweth all” (Q.S. Al An’am:115)
Al Imam Asy Syatibi mengatakan bahwa sesungguhnya Alloh telah menurunkan syariat ini kepada Rasul-Nya yang di dalamnya terdapat penjelasan atas segala sesuatu yang dibutuhkan manusia tentang kewajiban dan peribadatan yang dipikulkan di atas pundaknya, termasuk di dalamnya perkara akidah.Alloh menurunkan Al Qur’an sebagai sumber hukum akidah karena Dia tahu kebutuhan manusia sebagai seorang hamba yang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Bahkan jika dicermati, akan ditemui banyak ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan tentang akidah, baik secara tersurat maupun secara tersirat. Oleh karena itu, menjadi hal yang wajib jika kita mengetahui dan memahami akidah yang bersumber dari Al Qur’an karena kitab mulia ini merupakan penjelasan langsung dari Rabb manusia, yang haq dan tidak pernah sirna ditelan masa.As Sunnah: Sumber KeduaSeperti halnya Al Qur’an, As Sunnah adalah satu jenis wahyu yang datang dari Alloh subhanahu wata’ala walaupun lafadznya bukan dari Alloh tetapi maknanya datang dari-Nya. Hal ini dapat diketahui dari firman Allah :(٤)إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (٣)وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى“Dan dia (Muhammad) tidak berkata berdasarkan hawa nafsu, ia tidak lain kecuali wahyu yang diwahyukan” (Q.S An Najm : 3-4)Terjemahan“ Nor does he say (aught) of (his own) Desire,It is no less than inspiration sent down to him” (Q.S An Najm : 3-4)Rasululloh sholallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda:“Tulislah, Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak keluar darinya kecuali kebenaran sambil menunjuk ke lidahnya”. (Riwayat Abu Dawud)Dan firman-Nya :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً“Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S An Nisaa:59)Terjemahan“O ye who believe! Obey Allah, and obey the Messenger, and those charged with authority among you. If ye differ in anything among yourselves, refer it to Allah and His Messenger, if ye do believe in Allah and the Last Day: That is best, and most suitable for final determination” (Q.S An Nisaa:59)
Firman Allah tersebut menunjukkan bahwa tidak ada pilihan lain bagi seorang muslim untuk juga mengambil sumber-sumber hukum akidah dari As Sunnah dengan pemahaman ulama. Ibnul Qoyyim juga pernah berkata “Allah memerintahkan untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya sholallohu ‘alaihi wassalam dengan mengulangi kata kerja (taatilah) yang menandakan bahwa menaati Rasul wajib secara independent tanpa harus mencocokkan terlebih dahulu dengan Al Qur’an, jika beliau memerintahkan sesuatu. Hal ini dikarenakan tidak akan pernah ada pertentangan antara Qur’an dan Sunnah.Ijma’ Para UlamaIjma’ adalah sumber akidah yang berasal dari kesepakatan para mujtahid umat Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam setelah beliau wafat, tentang urusan pada suatu masa. Mereka bukanlah orang yang sekedar tahu tentang masalah ilmu tetapi juga memahami dan mengamalkan ilmu. Di dalam pengambilan ijma’ terdapat juga beberapa kaidah-kaidah penting yang tidak boleh ditinggalkan. Ijma’ dalam masalah akidah harus bersandarkan kepada dalil dari Al Qur’an dan Sunnah yang shahih karena perkara akidah adalah perkara tauqifiyah yang tidak diketahui kecuali dengan jalan wahyu. Sedangkan fungsi ijma’ adalah menguatkan Al Quran dan Sunnah serta menolak kemungkinan terjadinya kesalahan dalam dalil yang dzoni sehingga menjadi qotha’i.Akal Sehat Manusia Selain ketiga sumber akidah di atas, akal juga menjadi sumber hukum akidah dalam Islam. Hal ini merupakan bukti bahwa Islam sangat memuliakan akal serta memberikan haknya sesuai dengan kedudukannya. Termasuk pemuliaan terhadap akal juga bahwa Islam memberikan batasan dan petunjuk kepada akal agar tidak terjebak ke dalam pemahaman-pemahaman yang tidak benar. Hal ini sesuai dengan sifat akal yang memiliki keterbatasan dalam memahami suatu ilmu atau peristiwa.Fitrah KehidupanDalam sebuah hadits Rasululloh sholallohu ‘alaihi wassalam bersabda“Setiap anak yang lahir dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang membuat ia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi” (H.R Muslim)Dari hadits ini dapat diketahui bahwa sebenarnya manusia memiliki kecenderungan untuk menghamba kepada Alloh. Akan tetapi, bukan berarti bahwa setiap bayi yang lahir telah mengetahui rincian agama Islam. Setiap bayi yang lahir tidak mengetahui apa-apa, tetapi setiap manusia memiliki fitrah untuk sejalan dengan Islam sebelum dinodai oleh penyimpangan-penyimpangan. Bukti mengenai hal ini adalah fitrah manusia untuk mengakui bahwa mustahil ada dua pencipta alam yang memiliki sifat dan kemampuan yang sama2.4 Fungsi AqidahSebagai hal yang sangat fundamental bagi seseorang, aqidah oleh karenanya disebut sebagai titik tolak dan sekaligus merupakan tujuan hidup. Atas dasar itu maka aqidah memiliki peran yang sangat penting di dalam memunculkan semangat peningkatan kualitas hidup seseorang. Fungsi tersebut antara lain:A. Akidah Dapat Menimbulkan Optimisme Dalam Kehidupan.Sebab manusia yang di dalam dirinya tertanam akidah atau keyakinan yang kuat, akan selalu merasa optimis dan merasa akan berhasil dalam segala usahanya. Keyakinan ini didorong oleh keyakinan yang lain bahwa allah sangat dekat padanya, bahkan selalu menyertainya dalam usaha dan aktivitas-aktivitasnya.B.  Akidah Dapat Menumbuhkan Kedisiplinan.Disiplin dimaksud, seperti disebut oleh beberapa Ulama, adalah kepatuhan dan ketaatan dalam mengikuti semua ketentuan dan tata tertib yang berlaku, termasuk hukum alam (sunnah allah) dengan kesadaran dan tanggung jawab. Akidah yang mantap akan mampu menempatkan diri seseorang sebagai makhluk berdisiplin tinggi dalam kehidupanya. Disiplin adalah kata kunci untuk keberhasilan. Karena itu bila seseorang muslim ingin berhasil, ia harus berdisplin. Tanpa dsiplin, tidak munngkin seseorang dapat meraih kesuksesanya. Dalam konteks peningkatan kualitas hidup displin sangat dituntut terutama:1. Disiplin dalam waktu. Artinya, tertib dan teratur dalam memanfaatkannya dalam penanganan kerja maupun dalam melakukan ibadah mahdhah.2. Disiplin dalam bekerja. Artinya, seorang muslim yang berakidah menyadari bahwa ia harus bekerja, sebagai pelaksanaan tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah. Dan agar kerjanya berhasil baik, diperlukan sikap displin. Sebab penangan kerja dengan kedisplinan akan menghasilkan sesuatu secara maksimal dan membahagiakan.C.  Aqidah Berpengaruh Dalam Peningkatan Etos Kerja.Sebab seseorang yang memilki keyakinan yang mantap akan selalu berupaya keras untuk keberhasilan kerjanya, sebagai bagian dari pemenuhan kataatanya pada Allah. Dengan demikian melalui aqidahnya akan tersembul etos kerja yang baik yang tercermin dari ciri-ciri berikut ini:1) Memiliki jiwa kepeloporan dalam menegakan kebenaranKepeloporan disini dimaksud sebagai mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Jadi, ia memilki kemampuan untuk mengambil posisi dan sekaligus memainkan peran (role) sehingga kehadiranya selalu dirasakan memberikan spirit bagi munculnya semangat peningkatan kualitas hidup setiap oran di sekitarnya.2) Memiliki perhitungan (kalkulatif)Setiap langkah dalam hidupnya selalu diperhitungkan dari segala aspek, termasuk untung dan resikonya, dan tentu saja sebuah perhitungan yang rasional.3) Memiliki rasa iri yang mendalam pada perbuatan tidak merasa puas dalam berbuat kebajikan.Tipe muslim yang memilki aqidah yang kaut akan tampak dari semangatnya yang tak kenal lelah melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai dan menegakan kebaikan. Sekali dia berniat, ia akan menepati cita-citanya secara serius dan cermat, serta tidah mudah menyerah bila berhadapan dengan cobaan dan rintangan. Dengan semangat semacam ini seorang muslim selalu berusaha mengambil posisi dan memainkan peranan positif, dinamis, dan keratif dalam penanganan kerjanya, dan memberi contoh kepada orang yang disekitarnya.


BAB IIISyariat3.1 Pengertian syariatSyariat Islam adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Maka oleh sebagian penganut Islam, syariat Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini. Terkait dengan susunan tertib syariat, Al Qur'an dalam surat Al Ahzab ayat 36 yang berbunyi :وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناًArtinya :“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (QS Al Azhab 73:33)Terjemahan“It is not fitting for a Believer, man or woman, when a matter has been decided by Allah and His Messenger to have any option about their decision: if any one disobeys Allah and His Messenger, he is indeed on a clearly wrong Path” (QS Al Azhab 73:33)
mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan Rasul-Nya sudah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Oleh sebab itu, secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan Rasul-Nya belum menetapkan ketentuannya, maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat Al Qur'an dalam Surat Al Maidah (QS 5:101) yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah. Yang  berbunyi :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَسْأَلُواْ عَنْ أَشْيَاء إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْأَلُواْ عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللّهُ عَنْهَا وَاللّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ  Artinya :“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Qur'an itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah mema`afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun” (QS 5:101)Terjemahan“O ye who believe! Ask not questions about things which, if made plain to you, may cause you trouble. But if ye ask about things when the Qur'an is being revealed, they will be made plain to you, Allah will forgive those: for Allah is Oft-forgiving, Most Forbearing” (QS 5:101)
Dengan demikian, perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah SWT itu dapat disederhanakan dalam dua kategori, yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara' dan perkara yang masuk dalam kategori Furu' Syara'.·         Asas Syara'Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Qur'an atau Al Hadits. Kedudukannya sebagai Pokok Syari'at Islam dimana Al Qur'an itu asas pertama Syara' dan Al Hadits itu asas kedua Syara'. Sifatnya, pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada, sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman, kecuali dalam keadaan darurat.Keadaan darurat dalam istilah agama Islam diartikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan umat Islam tidak mentaati Syariat Islam, ialah keadaan yang terpaksa atau dalam keadaan yang membahayakan diri secara lahir dan batin, dan keadaan tersebut tidak diduga sebelumnya atau tidak diinginkan sebelumnya, demikian pula dalam memanfaatkan keadaan tersebut tidak berlebihan. Jika keadaan darurat itu berakhir maka segera kembali kepada ketentuan syariat yang berlaku.·         Furu' Syara'Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al'quran dan Al Hadist. Kedudukannya sebagai cabang Syariat Islam. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya. Perkara atau masalah yang masuk dalam furu' syara' ini juga disebut sebagai perkara ijtihadiyah.Pengertian Secara IstilahSecara istilah, syariah mempunyai dua makna, pertama makna umum dan kedua makna khusus. Makna pertama adalah agama, yaitu apa-apa yang Allah tetapkan untuk hamba-hamba-Nya dan mengutus utusan dengan kitab-kitab untuk menyampaikannya dan untuk menunjukkan manusia kepada kebaikan akhlak, muamalah dan dalam hubungan dengan Sang Pencipta. dengan makna ini, syariah bermakna agama secara keseluruhan yang mencakup dasar dan bagian-bagiannya. sebagaimana firman Allah :

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحاً وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ 

Artinya : "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)." (QS Asy-Syura : 13)Terjemahan“ The same religion has He established for you as that which He enjoined on Noah - the which We have sent by inspiration to thee - and that which We enjoined on Abraham, Moses, and Jesus: Namely, that ye should remain steadfast in religion, and make no divisions therein: to those who worship other things than Allah, hard is the (way) to which thou callest them. Allah chooses to Himself those whom He pleases, and guides to Himself those who turn (to Him)”
Setiap nabi dan rosul di perintahkan untuk menegakkan agama Allah, yaitu menegakkan tauhid dengan meng-esa-kan Allah. dan dengan ini, maka syariah berarti dasar agama.Makna kedua adalah makna yang khusus, yaitu hukum-hukum syariah amaliyah (fiqih). dengan makna ini, syariah di sebut untuk bagian-bagian agama yang termasuk di dalamnya masalah-masalah ibadah. dengan makna ini juga berarti syariah tidak sama dengan syariah yang lainnya. Allah berfirman :وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً عَلَيْهِ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ عَمَّا جَاءكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَـكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُم فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ إِلَى الله مَرْجِعُكُمْ جَمِيعاً فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَArtinya :"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[1] terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu[2], Kami berikan aturan dan jalan yang terang."  (QS Al-Maidah : 48)Terjemahan“To thee We sent the Scripture in truth, confirming the scripture that came before it, and guarding it in safety: so judge between them by what Allah hath revealed, and follow not their vain desires, diverging from the Truth that hath come to thee. To each among you have we prescribed a law and an open way. If Allah had so willed, He would have made you a single people, but (His plan is) to test you in what He hath given you: so strive as in a race in all virtues. The goal of you all is to Allah; it is He that will show you the truth of the matters in which ye dispute” (QS Al-Maidah : 48)
Dan agama berarti hukum-hukum dan aturan-aturan. dan hukum syariah di bagi menjadi tiga: Hukum Syariah I'tiqadiyah (Tauhid), Hukum Syariah Akhlaqiah (Tahdzib), dan Hukum Syariah Amaliyah (Fiqih).3.2 Sumber hukum islam1. Al Qur'anAl-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman (QS Saba 34:28). Selain sebagai sumber ajaran Islam, Al Qur'an disebut juga sebagai sumber pertama atau asas pertama Syara'.(QS Saba 34:28) Berbunyi :وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيراً وَنَذِيراً وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَArtinya : “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS Saba 34:28)TerjemahanMeaning : “ We have not sent thee but as a universal (Messenger) to men, giving them glad tidings, and warning them (against sin), but most men understand not.” (QS Saba 34:28)
Al Qur'an merupakan kitab suci terakhir yang turun dari serangkaian kitab suci lainnya yang pernah diturunkan ke dunia. Dalam upaya memahami isi Al Qur'an dari waktu ke waktu telah berkembang tafsiran tentang isi-isi Al Qur'an namun tidak ada yang saling bertentangan.2. Al Hadist1. Hadits Hasan 2. Hadits Shaheh 3. Hadits Dhaif 4. maudu'3. IjtihadIjtihad adalah sebuah usaha untuk menetapkan hukum Islam berdasarkan Al Qur'an dan Al Hadist. Ijtihad dilakukan setelah Nabi Muhammad SAW wafat sehingga tidak bisa langsung menanyakan pada beliau tentang sesuatu hukum. Namun, ada hal-hal ibadah tidak bisa di ijtihadkan. Beberapa macam ijtihad, antara lain :A.      Ijma,  kesepakatan para-para ulamaB.      Qiyas, diumpamakan dengan suatu hal yang mirip dan sudah jelas hukumnyaC.      Maslahah Mursalah, untuk kemaslahatan umatD.      'Urf, kebiasaanPerbedaan Al Qur'an dan Al Hadist- AL QUR'AN, merupakan Kitab Suci yang Oleh Pemeluknya dianggap sebagai 'Suara Tuhan' yang dituliskan. - Al HADIS, merupakan Kumpulan yang Khusus memuat 'Ucapan-ucapan nabi Muhammad' dan 'Cerita-cerita tentang Nabi Muhammad'.3.3 Pembagian Syariat Islam
 Hukum yang diturunkan melalui Nabi Muhammad saw. untuk segenap manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:1. Ilmu Tauhid, yaitu hukum atau peraturan-peraturan yang berhubungan dengan dasar-dasar keyakinan agama Islam, yang tidak boleh diragukan dan harus benar-benar menjadi keimanan kita. Misalnya, peraturan yang berhubungan dengan Dzat dan Sifat Allah swt. yang harus iman kepada-Nya, iman kepada rasul-rasul-Nya, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan iman kepada hari akhir termasuk di dalamnya kenikmatan dan siksa, serta iman kepada qadar baik dan buruk. Ilmu tauhid ini dinamakan juga Ilmi Aqidah atau Ilmu Kalam.2. Ilmu Akhlak, yaitu peraturan-peraturan yang berhubungan dengan pendidikan dan penyempurnaan jiwa. Misalnya, segala peraturan yang mengarah pada perlindungan keutamaan dan mencegah kejelekan-kejelekan, seperti kita harus berbuat benar, harus memenuhi janji, harus amanah, dan dilarang berdusta dan berkhianat.3. Ilmu Fiqh, yaitu peraturan-peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya dan hubungan manusia dengan sesamanya. Ilmu Fiqh mengandung dua bagian: pertama, ibadah, yaitu yang menjelaskan tentang hukum-hukum hubungan manusia dengan Tuhannya. Dan ibadah tidak sah (tidak diterima) kecuali disertai dengan niat. Contoh ibadah misalnya shalat, zakat, puasa, dan haji. Kedua, muamalat, yaitu bagian yang menjelaskan tentang hukum-hukum hubungan antara manusia dengan sesamanya. Ilmu Fiqh dapat juga disebut Qanun (undang-undang)
3.4 Tujuan Syariat IslamMenurut buku “Syariah dan Ibadah” (Pamator 1999) yang disusun oleh Tim Dirasah Islamiyah dari Universitas Islam Jakarta, ada 5 (lima) hal pokok yang merupakan tujuan utama dari Syariat Islam, yaitu:1. Memelihara kemaslahatan agama (Hifzh al-din)Agama Islam harus dibela dari ancaman orang-orang yang tidak bertanggung-jawab yang hendak merusak aqidah, ibadah dan akhlak umat. Ajaran Islam memberikan kebebasan untuk memilih agama, seperti ayat Al-Quran:
Artinya : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah [2]: 256).Terjemahan“ Let there be no compulsion in religion: Truth stands out clear from Error: whoever rejects evil and believes in Allah hath grasped the most trustworthy hand-hold, that never breaks. And Allah heareth and knoweth all things” (QS Al-Baqarah [2]: 256).
Akan tetapi, untuk terpeliharanya ajaran Islam dan terciptanya rahmatan lil’alamin, maka Allah SWT telah membuat peraturan-peraturan, termasuk larangan berbuat musyrik dan murtad:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang mempesekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS An-Nisaa [4]: 48).
Terjemahan“And give the women (on marriage) their dower as a free gift; but if they, of their own good pleasure, remit any part of it to you, Take it and enjoy it with right good cheer” (QS An-Nisaa [4]: 48).Dengan adanya Syariat Islam, maka dosa syirik maupun murtad akan ditumpas.2. Memelihara jiwa (Hifzh al-nafsi)Agama Islam sangat menghargai jiwa seseorang. Oleh sebab itu, diberlakukanlah hukum qishash yang merupakan suatu bentuk hukum pembalasan. Seseorang yang telah membunuh orang lain akan dibunuh, seseorang yang telah mencederai orang lain, akan dicederai, seseorang yang yang telah menyakiti orang lain, akan disakiti secara setimpal. Dengan demikian seseorang akan takut melakukan kejahatan. Ayat Al-Quran menegaskan:
“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema`afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema`afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma`af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. (QS Al-Baqarah [2]: 178).
Terjemahan“O ye who believe! the law of equality is prescribed to you in cases of murder: the free for the free, the slave for the slave, the woman for the woman. But if any remission is made by the brother of the slain, then grant any reasonable demand, and compensate him with handsome gratitude, this is a concession and a Mercy from your Lord. After this whoever exceeds the limits shall be in grave penalty.”Namun, qishash tidak diberlakukan jika si pelaku dimaafkan oleh yang bersangkutan, atau daiat (ganti rugi) telah dibayarkan secara wajar. Ayat Al-Quran menerangkan hal ini:3. Memelihara akal (Hifzh al-’aqli)Kedudukan akal manusia dalam pandangan Islam amatlah penting. Akal manusia dibutuhkan untuk memikirkan ayat-ayat Qauliyah (Al-Quran) dan kauniah (sunnatullah) menuju manusia kamil. Salah satu cara yang paling utama dalam memelihara akan adalah dengan menghindari khamar (minuman keras) dan judi.4. Memelihara keturunan dan kehormatan (Hifzh al-nashli)Islam secara jelas mengatur pernikahan, dan mengharamkan zina. Didalam Syariat Islam telah jelas ditentukan siapa saja yang boleh dinikahi, dan siapa saja yang tidak boleh dinikahi5. Memelihara harta benda (Hifzh al-mal)Dengan adanya Syariat Islam, maka para pemilik harta benda akan merasa lebih aman, karena Islam mengenal hukuman Had, yaitu potong tangan dan/atau kaki. Seperti yang tertulis di dalam Al-Quran:
“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagaimana) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha Bijaksana”(QS Al-Maidah [5]: 38).Terjemahan“As to the thief, Male or female, cut off his or her hands: a punishment by way of example, from Allah, for their crime: and Allah is Exalted in power” (QS Al-Maidah [5]: 38).
Hukuman ini bukan diberlakukan dengan semena-mena. Ada batasan tertentu dan alasan yang sangat kuat sebelum diputuskan. Jadi bukan berarti orang mencuri dengan serta merta dihukum potong tangan. Dilihat dulu akar masalahnya dan apa yang dicurinya serta kadarnya. Jika ia mencuri karena lapar dan hanya mengambil beberapa butir buah untuk mengganjal laparnya, tentunya tidak akan dipotong tangan. Berbeda dengan para koruptor yang sengaja memperkaya diri dengan menyalahgunakan jabatannya, tentunya hukuman berat sudah pasti buatnya. Dengan demikian Syariat Islam akan menjadi andalan dalam menjaga suasana tertib masyarakat terhadap berbagai tindak pencurian.- See more at: http://ilfen.blogspot.com/2012/12/makalah-tentang-aqidahshariat-dan-ahlak_8376.html#sthash.EWY9W2OB.dpuf



HUBUNGAN ANTARA ISLAM, IMAN DAN IHSAN


HUBUNGAN ANTARA ISLAM, IMAN DAN IHSAN
A. Islam
1) Pengertian Islam
Kata Islam berasal dari bahasa Arab yang mempunyai bermacam-macam arti diantaranya :
Salam artinya selamat, aman sentosa, sejahtera. Yani aturan hidup yang dapat menyelamatkan manusia didunia akhirat.
Aslama artinya menyerah atau masuk Islam. Yakni mengajarkan penyerahan diri kepada Allah SWT.
Silmun artinya keselamatan atau perdamaian.
Salamum artinya tangga atau kendaraan.
Menurut istilah Islam adalah agama Allah yang di wahyukan kepada rasul-rasul-Nya sejak nabi Adam AS hingga nabi terakhir Muhammad SAW. Agama Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia baik keyakinan ibadah, sosial, hukum, politik, ekonomi dan lain sebagainya yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia agar tercapai kehidupan yang ridhai Allah SWT dan kebahagian hidup didunia dan akhirat.
Islam sebagai agama Samawi terakhir memiliki hubungan erat dengan yang sebelumnya berupa:
Merupakan agama universal (berlaku untuk segenap umat manusia sepanjang masa diseluruh dunia).
Dibawakan oleh nabi Muhammad SAW merupakan penyempurna agama Allah yang diwahyukan kepada rasul sebelumnya.
Merupakan pelurus dan pengreksi terhadap perubahan atau penyimpangan yang terjadi pada agama-agam sebelumnya.
2) Kebenaran agama Islam
Islam adalah agama yang paling diridhai disisi Allah SWT dan sebagai agama yang benar ajarannya, dikuatkan dengan alasan dan bukti sebagai berikut:
Jelas asal-usulnya yaitu sebagai agama wahyu yang terakhir.
Dibawakan oleh nabi terakhir Muhammad SAW.
Diterjangkan dalam kitab sucinya yaitu Al-Quran.
Ajarannya tidak bertentangan dengan fitrah manusia.
Mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dan dapat diamalkan secara praktis oleh pemeluknya.
Sebagai agama samawi, Islam memiliki sumbernya yaitu Al-Quran dan Hadist.
3) Aspek-aspek ajaran Islam
Secara garis besar, aspek ajaran Islam terdiri atas 3 hal, yaitu:
1. Aqidah merupakan fondasi agama Islam yang sifat ajarannya pasti, mutlak kebenarannya, terperinci dan monoteistis. Inti ajarannya adalah mengesakan Allah SWT.
2. Syariah secara bahasa berarti “jalan yang harus dilalui” sedangkan menurut istilah berarti “ketentuan hukum Allah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, manusia dengan flora dan founa serta alam sekitarnya.
Syariah dibagi menjadi beberapa bidang, yaitu:
Ibadah adalah hubungan manusia dengan Allah. Ibadah dibagi menjadi 2 macam yaitu Mahmudah dan Ghoiru Mahmudah.
Muamalah yaitu aturan tentang hubungan manusia dalam rangka memenuhi kepentingan hidupnya.
3. Akhlaq menurut bahasa berarti “perbuatan”, sedangkan menurut istilah adalah aturan tentang perilaku lahir dan batin yang dapat membedakan antara yang terpuji dan tercela. Akhlak yang benar menurut islam adalah yang dilandasi iman yang benar. Secara garis besar akhlaq islam mencakup manusia kepada Allah, diri sendiri, sesama manusia, maupun terhadap flora dan fauna serta alam sekitar kita.
B. Iman
Pengertian Iman adalah membenarkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan dan dilakukan dengan perbuatan. Iman secara bahasa berasal dari kata Asman-Yu’minu-limaanan artinya meyakini atau mempercayai. Pembahasan pokok aqidah Islam berkisar pada aqidah yang terumuskan dalam rukun Iman, yaitu:
1. Iman kepada Allah yaitu mempercayai bahwa Allah adalah dzat yang maha esa beriman kepada Allah adalah membenarkan dengan yakin akan keesaannya baik dalam perbuatannya, penciptaan alam seluruhnya maupun dalam penerimaan ibadah segenap hambanya.
Bukti keesaan Allah
Keesaan Allah atau tauhid merupakan konsep refolusioner yang merupakan inti ajaran islam. Didalamnya terkandung pengertian bahwa hanya ada satu Tuhan penguasa alam semesta. Bukti keesaan Allah dengan cara mudah dimengerti adalah kalau lebih dari satu keteraturan dan ketundukan alam semesta tidak akan terwujud, sehingga hal ini mungkin terjadi apabila hanya ada satu Tuhan yang mengatur dan mengendalikannya yaitu Allah SWT.
Hukum beriman kepada Allah
Allah dengan jelas memerintahkan agar manusia hanya menyembah Allah dan jangan sekali-kali menyekutukannya dengan sesuatu yang lain. Perintah itu berarti wajib hukumnya percaya kepada yang telah menciptakan alam semesta yaitu Allah.
Akibat bagi orang yang tidak beriman kepada Allah SWT.
Tidak dapat menerima kebenaran.
Selalu dalam keadaan bimbang dan ragu.
Tidak boleh diangkat menjadi pemimpin bagi kaum yang beriman hanya akan memperoleh kemenangan sementara.
Menjadi musuh Allah akan mendapat siksaa neraka.
Allah mempunyai sifat-sifat diantaranya yaitu hidup, tidak berpemulaan, kekal, maha kuasa, maha tahu, berkemauan bebas, berbeda dengan makhluk-Nya, maha mendengar.
Hikmah beriman kepada Allah.
Kemerdekaan jiwa kekuasaan orang lain.
Dapat menimbulkan keberanian untuk terus maju dalam membela kebenaran.
Menimbulkan keyakinan untuk terus maju dalam membela kebenaran.
Mendapatkan kehidupan yang baik, adil dan makmur akan dipercepat oleh Allah.
2. Iman kepada Malaikat-Nya adalah mempercayai bahwa Allah mempunyai mahluk yang gaib bernama malaikat yang tidak pernah durhaka pada-Nya, senantiasa melaksanankan tugasnya dengan cermat dan sebaik-baiknya. Ada sepuluh malaikat yang diwajibkan diketahui oleh umat Islam:
Jibril, menyampaikan wahyu.
Mikail, menyelenggarakan rizki mahluk.
Israfil, meniup sangkarkala dan menjaga alam.
Izrail, mengurus pencabut roh.
Ridwan, menjaga surga.
Malik, menjaga neraka.
Raqib, mencatat amal baik manusia.
Atib, mencatat amal buruk manusia.
Mungkar dan,
Nangkir mengajukan pertanyaan pada mayat didalam kubur.
3. Iman kepada kitab-kitab-Nya adalah mempercayai bahwa Allah mempunyai kitab-kitab yang di turunkan kepada rasulnya sebagai pedoman hidup bagi umatnya. Kitab Allah dan Kalamullah artinya perintah atau ketentuan Allah. Setiap manusia berkewajiban mengimani semua kitab Allah sebagaimana yang tercantum dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 85. Adapun kitab-kitab yang diwajibkan diimani dan tercatat dalam Al-Quran ialah:
Kitab Taurat diturunkan kepada nabi Musa AS. QS Al-Baqarah ayat 53.
Kitab Zabur diturunkan kepada nabi Daud AS. QS Al-Israa ayat 55.
Kitab Injil diturunkan kepada nabi Isa AS. S QS Al-Maidah ayat 46.
Kitab Al-Quran diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Qs Thaha ayat 113.
Keistimewaan Al-Quran dari kitab-kitab lainnya:
Merupakan penyempurnaan kitab Allah sebelumnya yang berisi bimbingan dan petunjuk bagi manusia untuk memperoleh husnul khotimah dengan menghindari berlaku durhaka kepada Allah.
Masa berlakunya Al-Quran tidak terbatas.
Keaslian isinya terpelihara.
Ajarannya sempurna dan mudah dimengerti.
4. Iman kepada Rasul-rasul-Nya adalah meyakini Allah mengutus rasul-rasul untuk menyampaikan perintah-perintah-Nya pada umat manusia. Rasul adalah manusia biasa yang dipilih oleh Allah dengan di beri wahyu untuk disampaikan kepada umatnya dan dijadikan sebagai pedoman agara memperoleh kebahagian didunia dan akhirat. Wahyu dari segi bahasa dapat berarti isyarat. ilham atau perundingan yang bersifat rahasia. Sedangkan wahyu menurut istilah adalah nama bagi sesuatu yang didatangkan dengan cara cepat dari Alllah kedalam dada para nabi dan rasulnya. Kemudian rasul juga bertugas memberi bimbingan dan contoh teladan yang sebaik-baiknya bagi umatnya. Para rasul diutus Allah sejalan dengan tahap-tahap perkembangan hidup umat manusia yaitu:
Pertama, masa kanak-kanak. Para rasul diutus kepada umat tertentu untuk membawa ajaran tauhid, akhlak dan ibadah langsung kepada Allah.
Kedua, masa remaja. Sejarah umat manusia ketika para rasul diutus dalam rangka melangsungkan ajaran tauhid, akhlak dan ibadah langsung kepada Allah.
Ketiga, masa dewasa. Sejarah umat manusia ditandai dengan kekuatan akal. Komunikasi antar umat mulai dirasakan kompleks, karena macam faktor pertukaran kebutuhan hidup.
5. Iman kepada hari akhir adalah mempercayai atau meyakini akan adanya hari dimana Allah akan mengkhiri kehidupan di alam semesta. Iman terhadap adanya hari akhir merupakan kewajiban bagi setiap muslim, karena termasuk salah satu rukun iman. Apabila seseorang mengimani akan adanya Allah dia dengan sungguh-sungguh mempelajari dan selalu mengingat-Nya. Begitu pula seseorang yang mengimani akan adanya hari akhir.
6. Iman kepada Takdir Allah artinya mempercayai bahwa dalam penciptaan alam semesta termasuk manusia. Allah telah menciptakan kepastian dan ketentuan-Nya. Terhadap makhluk selain manusia ketentuan yang diberlakukan Allah atasnya pada dasarnya hanyalah sunnatullah atau hukum alam saja.
Hubungan ikhtiar dengan Qadha dan Qadar
Beriman kepada taqdir itu akan memberikan pelajaran kepada kita bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini berjalan sesuai dengan kebijakan yang telah digariskan oleh dzat yang maha tinggi yaitu Allah. Perlu diketahui bahwa manusia tidak dapat mengetahui taqdir secara pasti, karena itu hanya tertulis di Lauhul Mahfudz. Maka dengan begitu terbuka kesempatan bagi manusia untuk menjadi kreatif dan dinamis dalam berikhtiar. Bahkan Allah memberikan kepada manusia kesempatan untuk berusaha merubah nasib (takdir) yang melekat pada dirinya.
Hikmah beriman kepada Qadha dan Qadar, yaitu:
Mendorong untuk giat dan semangat bekerja.
Menumbuhkan rasa percaya diri dan optimis.
Dapat terhindara dari rasa putus asa.
Menghilangkan kesembongan.

C. Ihsan
Ihsan berasal dari kata Ahsana-Yuhsinu-Ihsaanan yang artinya “berbuat baik”. Sedangkan pengertian Ihsan menurut istilah adalah menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya jika tidak biasa demikian maka sesungguhnya Allah maha melihat. Maka Ihsan adalah ajaran tentang penghayatan diiri sebagai yang sedang menghadap Allah dan berada di  kehadirat-Nya ketika beribadah. Ihsan adalah pendidikan atau latihan untuk mencapai dalam arti sesungguhnya. Ihsan di analogkan sebagai bangunan Islam ( rukun Iman adalah pondasi dan rukun Islam adalah bangunannya). Ihsan berfungsi sebagai pelindung bagi bangunan ke Islaman seseorang.  Jika seseorang berbuat ihsan, maka amal-amal islam lainnya akan terpelihara dan tahan lama dengan fungsinya sebagai atap bangunan.
Ihsan mempunyai landasan yaitu :
Landasan Qauli”sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat Ihsan terhadap segala sesuatu” (HR. Muslim). Tuntutan untuk berbuat Ihsan dalam Islam yaitu secara maksimal dan optimal.
Ladasan Kauny
Dengan melihat fenomena dalam kehidupan ini, secara sunnatullah setiap orang suka akan berbuat ihsan:
Alasan berbuat Ihsan.
Adanya monitoring Allah (muraqaabatullah).
Adanya kebaikan Allah (ihsanullah).
Dengan adanya muraqabatullah dan ihsanullah maka sudah selayaknya kita berihsanuniyat (berniat yang baik). Karena akan mengarahkan kita kepada :
– Ikhlasunniyat (niat yang ikhlas)
– Itqanul ‘amal (amal yang rapi
– Jaudatul adaa’ (penyelesaian yang baik)
Keuntungan seseorang jika beramal yang ihsan antara lain:
– Dicintai oleh Allah
– Medapatkan pahala
– Mendapatkan pertolongan Allah
D. Hubungan Antara Islam, Iman dan Ihsan
Adapun kaitan antara ketiga hal tersebut yaitu Iman berkaitan dengan aqidah, Islam berkaitan dengan syariah, dan Ihsan berkaitan dengan khuluqiyah. Dari ketiga hal diatas maka dalam perkembangan ilmu keislaman, ilmu terkelompok menjadi aqidah, fikih, dan akhlaq.
Diantara pengelompokan kata dalam agama islam ialah iman, islam dan ihsan. Berdasarkan sebuah hadist yang terkenal, ketiga istilah itu memberikan umat ide tentang rukun iman, rukun islam dan penghayatan terhadap Tuhan yang maha hadir dalam hidup.
Setiap pemeluk islam mengetahui dengan pasti bahwa islam tidak absah tanpa iman, dan iman tidak sempurna tanpa ihsan. Dri pengertian tersebut memiliki arti masing-masing istilah terkait satu dengan yang lain. Bahkan tumpang tindih sehingga satu dari ketiga istilah tersebut mengandung makna dua istilah yang lainnya. Dari pengertian inilah kita mengerti bahwa islam, iman dan ihsan adalah trilogy ajaran Ilahi.
Ibadah
            kita berkewajiban ihsan dalam beribadah, yaitu dengan menjalankan semua jenis ibadah, seperti solat, puasa, haji dan sebagainya dengan cara yang benar. Yaitu dengan menyempurnakan syarat, rukun, sunnah, dan adab-adabnya. Hal ini tidak akan mungkin dapat ditunaikan oleh seorang hamba, kecuali jika saat pelaksnaan ibadah-ibadah tersebut ia penuhi dengan cita rasa yang sangat kuat (menikmatinya), juga dengan kesadaran penuh bahwa Allah selalu memantaunya hingga ia merasa bahwa ia sedang dilihat dan diperhatikan oleh Allah. Minimal seorang hamba harus merasa bahwa Allah selalu memantaunya, karena dengan inilah ia dapat menunaikan ibadah-ibadah tersebut dengan baik dan sempurna, sehingga hasil dari ibadah tersebut akan seperti yang diharapkan.inilah maksud dari perkataan Rasulullah Saw. yang berbunyi,
“Hendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
Kini jelaslah bagi kita bahwa sesungguhnya arti dari ibadah itu sendiri sangatlah luas. Maka selain dari jenis ibadah itu tadi, yang tidak kalah pentingnya adalah juga seperti ibadah lainnya seperti jihad, menghormati sesame mukmin, mendidik anak, membahagiakan istri, dan menjalankan yang mubah semata-mata demi mencari dan mendapatkan Ridho Allah Swt. dan masih banyak lagi. Rasulullah menghendaki umatnya dalam keadan seperti itu, yaitu senantiasa sadar jika ingin ingin mewujudkan ihsan dalam setiap ibadahnya.
Tingkat ibadah dan derajatnya
            Berdasarkan nash-nash dalam Al-qur’an dan sunnah, maka ibadah mempunyai tiga tingkatan, yang pada setiap tingkatan derajatnya seorang hamba tidak akan dapat mengukurnya. Karena itulah kita berlomba-lomba untuk meraihnya, pada setip derajat ada tingkatan tersendiri dalam surga. Yang tertinggi adalah derajat muhsinin, Dan ia akan menempati jannatul firdaus, derajat tertinggi dalam surga. Kelak penghuni surgs tingkat bawah akan memandangi penghunu surga surga tingkat atas, laksana penduduk bumi memandangi bintang-bintang di langit yang menandakan betapa jauhnya jarak antara mereka.
Adapun tiga tingkatan ter sebut adalah sebagai berikut:
Tingkat At-taqwa, yaitu tingkatan paling bawah dengan derajad yang berbeda-beda.
Tingkat Al-bir, yaitu tingkat menengah dengan derajat yang berbeda-beda.
Tingkat Al-ihsan, yaitu tingkat paling atas dengan derajat yang berbeda-beda.
Tingkat taqwa
            Tingkat taqwa adalah tingkatan dimana seluruh derajatnya dihuni oleh mereka yang masuk kategori Al-muttaqin, sesuai dengan derajad ketaqwan masing-masing.
Taqwa akan menjadi sempurna dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi serta meninggalkan segala apa yang dilarangNya, hal ini berarti meninggalkan salah satu perintah Allah saja dapat mengakibatkan sangsi, dan melakukan salah satu laranganNya saja adalah dosa. Dengan demikian puncak taqwa adalah menjalankan semua perintah Allah serta menjauhi segala laranganNya.
Namun ada satu hal yang harus dipahami dengan benar, yaitu bahwa Allah Swt. Maha mengetahui mengetahui keadaan hamba-hambaNya yang memiliki berbagai kelemahan, yang dengan kelemahannya itu seorang hamba melakukan dosa. Oleh karena itu Allah membuat satu cara penghapusan dosa, yaitu dengan cara bertobat dan pengampunan. Melalui hal tersebut, Allah akan mengampuni hambaNya yang berdosa karena kelalaiannya dari menunaikan hak-hak taqwa. Sementara itu, ketika seorang hamba naik peringkat puncak taqwa, boleh jadi ia akan naik peringkatnya pada peringkat bir atau ihsan. Peringkat ini disebut martabat taqwa, karena amalan-amalan yang ada pada derajat ini membebaskannya dari siksaan atas kesalahan yang dilakukannya. Adapun derajat yang paling rendah dari peringkat ini adalah derajat dimana seseorang  menjaga dirinya dari kekalnya dalam neraka, yaitu dengan iman yang benar dan diterima oleh Allah Swt.
Tingkat Al-bir
            Peringkat ini akan dihuni oleh mereka yang masuk kategoi Al-abror, hal ini sesuai dengan amalan-amalan kebaikan yang mereka lakukan dari ibadah-ibadah sunnah serta segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah Swt. hal ini dilakukan setelah mereka melakukan hal yang wajib, yakni yang ada pada peringkat At-taqwa.
Peringkat ini disebut derajat Al-bir (kebaikan), karena derajat ini merupakan perluasan pada hal-hal yang sifatnya sunnah, sesuai sifatnya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan merupakan tambahan dari batasan-batasan yang wajib serta yang di haramkanNya. Amalan-amalan ini tidak diwajibkan oleh Allah kepada hambaNya, tetapi perintah itu bersifat anjuran, sekaligus terdapat janji pahala didalamnya.
Akan tetapi mereka yang melakukan amalan tambahan ini tidak akan masuk kedalam tingkatan Al-bir, kecuali mereka telah melaksanakan peringkat yang pertama, yaitu peringkat taqwa. Karena melaksanakan hal yang pertama menjadi syarat mutlak untuk naik keperingkat yang selanjutnya.
Dengan demikian,barang siapa yang mengklaim dirinya telah melakukan kebaikan sedang ia tidak mengimani unsure-unsur kaidaah iman dalam ihsan, serta tidak terhindar dari siksaan neraka , maka ia tidak dapat masuk kedalam peringkat ini. (Al-bir). Allah Swt. telah berfirman,
“Bukanlah kebaikan dengan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebaikan itu adalah taqwa, dan datangilah rumah-rumah itu dari pintu-pintunya dan bertaqwalah kepada Allah agar kalian beruntung.” (Qs. Al-baqarah: 189).
“ya tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar seruan orang yang menyeru kepada iman, yaitu berimanlah kamu kepada tuhanmu, maka kamipun beriman. Ya tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang banyak berbuat baik.” (Al-imran: 193) .

Tingkat ihsan
            Tingkatan ini akan dicapai oleh mereka yang masuk dalam kategori Muhsinun, mereka adalah orang yang telah melewati tingkat pertama dan kedua (peringkat At-taqwa dan Al-bir).
Ketika kita mencermati pengertian ihsan dengan sempurna, maka kita akan mendapatkan kesimpulan bahwa ihsan memiliki dua sisi yaitu : Pertama, ihsan adalah kesempurnaan dalam beramal sambil menjaga keiklasan dan jujur dalam beramal.
Kedua, ihsaan adalah sensntiasa memaksimalkan amalan-amalan sunnah yang dapat mendekat diri kepada Allah Swt. selama hal itu adalah sesuatu yang diridhaiNya dan dianjurkan untuk melaksanakannya.
Untuk dapat naik kemartabat ihsan dalam segala amal , hanya bisa dicapai melalui amalan-amalan wajib dan amalan-amalan sunnah yang dicintai oleh Allah Swt. serta dilakukan atas dasar mencari ridha Allah Swt.
AQIDAH
               
2.1 Pengertian Aqidah
Pengertian Aqidah Secara Bahasa   (bahasa Arab) aqidah berasal dari kata al-'aqdu (الْعَقْدُ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu (التَّوْثِيْقُ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (اْلإِحْكَامُ) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah (الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ) yang berarti mengikat dengan kuat, at-tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan). "Al-‘Aqdu" (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: " ‘Aqadahu" "Ya'qiduhu" (mengikatnya), " ‘Aqdan" (ikatan sumpah), dan " ‘Uqdatun Nikah.Allah ta’ala berfirman :
لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَـكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya :
“ Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)”  (Al-Maa-idah : 89)
Terjemahan
“Allah will not call you to account for what is futile in your oaths, but He will call you to account for your deliberate oaths: for expiation, feed ten indigent persons, on a scale of the average for the food of your families; or clothe them; or give a slave his freedom. If that is beyond your means, fast for three days. That is the expiation for the oaths ye have sworn. But keep to your oaths. Thus doth Allah make clear to you His signs, that ye may be grateful”  (Al-Maa-idah : 89)
Sedang secara teknis aqidah berarti iman, kepercayaan dan keyakinan. Dan tumbuhnya kepercayaan tentunya di dalam hati, sehingga yang dimaksud aqidah adalah kepercayaan yang menghujam atau tersimpul di dalam hati.
 Sedangkan menurut istilah aqidah adalah hal-hal yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa merasa tentram kepadanya, sehingga menjadi keyakinan kukuh yang tidak tercampur oleh keraguan.
Adapun aqidah menurut para ahli seperti berikut :
 M Hasbi Ash Shiddiqi mengatakan aqidah menurut ketentuan bahasa (bahasa arab) ialah sesuatu yang dipegang teguh dan terhunjam kuat di dalam lubuk jiwa dan tak dapat beralih dari padanya.
 Syaikh Mahmoud Syaltout adalah segi teoritis yang dituntut pertama-tama dan terdahulu dari segala sesuatu untuk dipercayai dengan suatu keimanan yang tidak boleh dicampuri oleh syakwasangka dan tidak dipengaruhi oleh keragu-raguan.
Aqidah atau keyakinan adalah suatu nilai yang paling asasi dan prinsipil bagi manusia, sama halnya dengan nilai dirinya sendiri, bahkan melebihinya.
 Syekh Hasan Al-Bannah menyatakan aqidah sebagai sesuatu yang seharusnya hati membenarkannya sehingga menjadi ketenangan jiwa, yang menjadikan kepercayaan bersih dari kebimbangan dan keragu-raguan. 
Dari uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa Aqidah dalam agama islam adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma'(konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath'i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma' Salaf as-Shalih..
2.2 Nama-nama Aqidah
1. Al – Iman
'Aqidah disebut juga dengan al Iman sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur'an dan hadits -hadits Nabi saw, karena 'aqidah membahas rukun iman yang enam dan hal - hal yang berkaitandengannya. Sebagaimana penyebutan al?Iman dalam sebuah hadits yang masyhur disebutdengan hadits jibril as. Dan para ularna sering menyebut istilah 'Aqidah dengan al Iman dalarnkitab - kitab mereka.

2. 'Aqidah (Itiqaad dan 'Aqaa'id)
Para ularna juga sering menyebut ilmu 'Aqaa'id dan al'I'tiqaad.

3. Tauhid
'Aqidah dinamakan dengan Tauhid karena pembahasannya berkisar seputar Tauhid ataupengesaan kepada Allah di dalam Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma' wa Shifat. jadi, Tauhidmerupakan kajian ilmu 'Aqidah yang paling mulia dan merupakan tujuan utamanya. Oleh karenaitulah ilmu ini disebut dengan ilmu Tauhid.

4. As Sunnah
Disebut As Sunnah karena para penganutnya mengikuti jalan yang diternpuh oleh Rasulullah danpara Sahabat ra, di dalam masalah 'aqidah. Dan istilah ini merupakan istilah masyhur (populer)pada tiga generasi pertama

5. Ushuluddin dan Ushuluddiyanah
Ushul artinya rukun - rukun Iman, rukun - rukun Islam dan masalah - masalah yang qath'i sertahal - hal yang telah menjadi kesepakatan para ulama.

6. Al Fiqhul Akbar
Ini adalah nama lain Ushuluddin dan kebalikan dari al Fiqhul Ashghar, yaltu kumpulan hukum -hukum ijtihadi.

7. Asy Syari'ah
Maksudnya adalah segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah saw, dan RasulNya berupa jalan - jalan petunjuk, terutama dan yang paling pokok adalah Ushuluddin (dasar - dasar agama)

2.3 Sumber Aqidah Islam
Jika kita menelaah tulisan para ulama dalam menjelaskan akidah, maka akan didapati 2 sumber pengambilan dalil penting. Dua sumber tersebut meliputi :
1. Dalil asas dan inti yang mencakup Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’ para ulama
2. Dalil penyempurnaan yang mencakup akal sehat manusia dan fitrah kehidupan yang telah diberikan oleh Alloh azza wa jalla
Al-Quran Sebagai Sumber ‘Aqidah
Al Qur’an adalah firman Alloh yang diwahyukan kepada Rasululloh sholallahu ‘alaihi wassalam melalui perantara Jibril. Di dalamnya, Alloh telah menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh hamba-Nya sebagai bekal kehidupan di dunia maupun di akhirat. Ia merupakan petunjuk bagi orang-orang yang diberi petunjuk, pedoman hidup bagi orang yang beriman, dan obat bagi jiwa-jiwa yang terluka. Keagungan lainnya adalah tidak akan pernah ditemui kekurangan dan celaan di dalam Al Qur’an, sebagaimana dalam firman-Nya :
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقاً وَعَدْلاً لاَّ مُبَدِّلِ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al Qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Q.S. Al An’am:115)
Terjemahan :
“The word of thy Lord doth find its fulfilment in truth and in justice: None can change His words: for He is the one who heareth and knoweth all” (Q.S. Al An’am:115)

Al Imam Asy Syatibi mengatakan bahwa sesungguhnya Alloh telah menurunkan syariat ini kepada Rasul-Nya yang di dalamnya terdapat penjelasan atas segala sesuatu yang dibutuhkan manusia tentang kewajiban dan peribadatan yang dipikulkan di atas pundaknya, termasuk di dalamnya perkara akidah.
Alloh menurunkan Al Qur’an sebagai sumber hukum akidah karena Dia tahu kebutuhan manusia sebagai seorang hamba yang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Bahkan jika dicermati, akan ditemui banyak ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan tentang akidah, baik secara tersurat maupun secara tersirat. Oleh karena itu, menjadi hal yang wajib jika kita mengetahui dan memahami akidah yang bersumber dari Al Qur’an karena kitab mulia ini merupakan penjelasan langsung dari Rabb manusia, yang haq dan tidak pernah sirna ditelan masa.
As Sunnah: Sumber Kedua
Seperti halnya Al Qur’an, As Sunnah adalah satu jenis wahyu yang datang dari Alloh subhanahu wata’ala walaupun lafadznya bukan dari Alloh tetapi maknanya datang dari-Nya. Hal ini dapat diketahui dari firman Allah :
(٤)إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (٣)وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى
“Dan dia (Muhammad) tidak berkata berdasarkan hawa nafsu, ia tidak lain kecuali wahyu yang diwahyukan” (Q.S An Najm : 3-4)
Terjemahan
“ Nor does he say (aught) of (his own) Desire,It is no less than inspiration sent down to him” (Q.S An Najm : 3-4)
Rasululloh sholallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda:
“Tulislah, Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak keluar darinya kecuali kebenaran sambil menunjuk ke lidahnya”. (Riwayat Abu Dawud)
Dan firman-Nya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
“Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S An Nisaa:59)
Terjemahan
“O ye who believe! Obey Allah, and obey the Messenger, and those charged with authority among you. If ye differ in anything among yourselves, refer it to Allah and His Messenger, if ye do believe in Allah and the Last Day: That is best, and most suitable for final determination” (Q.S An Nisaa:59)

Firman Allah tersebut menunjukkan bahwa tidak ada pilihan lain bagi seorang muslim untuk juga mengambil sumber-sumber hukum akidah dari As Sunnah dengan pemahaman ulama. Ibnul Qoyyim juga pernah berkata “Allah memerintahkan untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya sholallohu ‘alaihi wassalam dengan mengulangi kata kerja (taatilah) yang menandakan bahwa menaati Rasul wajib secara independent tanpa harus mencocokkan terlebih dahulu dengan Al Qur’an, jika beliau memerintahkan sesuatu. Hal ini dikarenakan tidak akan pernah ada pertentangan antara Qur’an dan Sunnah.
Ijma’ Para Ulama
Ijma’ adalah sumber akidah yang berasal dari kesepakatan para mujtahid umat Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam setelah beliau wafat, tentang urusan pada suatu masa. Mereka bukanlah orang yang sekedar tahu tentang masalah ilmu tetapi juga memahami dan mengamalkan ilmu. 
Di dalam pengambilan ijma’ terdapat juga beberapa kaidah-kaidah penting yang tidak boleh ditinggalkan. Ijma’ dalam masalah akidah harus bersandarkan kepada dalil dari Al Qur’an dan Sunnah yang shahih karena perkara akidah adalah perkara tauqifiyah yang tidak diketahui kecuali dengan jalan wahyu. Sedangkan fungsi ijma’ adalah menguatkan Al Quran dan Sunnah serta menolak kemungkinan terjadinya kesalahan dalam dalil yang dzoni sehingga menjadi qotha’i.
Akal Sehat Manusia
 Selain ketiga sumber akidah di atas, akal juga menjadi sumber hukum akidah dalam Islam. Hal ini merupakan bukti bahwa Islam sangat memuliakan akal serta memberikan haknya sesuai dengan kedudukannya. Termasuk pemuliaan terhadap akal juga bahwa Islam memberikan batasan dan petunjuk kepada akal agar tidak terjebak ke dalam pemahaman-pemahaman yang tidak benar. Hal ini sesuai dengan sifat akal yang memiliki keterbatasan dalam memahami suatu ilmu atau peristiwa.
Fitrah Kehidupan
Dalam sebuah hadits Rasululloh sholallohu ‘alaihi wassalam bersabda
“Setiap anak yang lahir dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang membuat ia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi” (H.R Muslim)
Dari hadits ini dapat diketahui bahwa sebenarnya manusia memiliki kecenderungan untuk menghamba kepada Alloh. Akan tetapi, bukan berarti bahwa setiap bayi yang lahir telah mengetahui rincian agama Islam. Setiap bayi yang lahir tidak mengetahui apa-apa, tetapi setiap manusia memiliki fitrah untuk sejalan dengan Islam sebelum dinodai oleh penyimpangan-penyimpangan. Bukti mengenai hal ini adalah fitrah manusia untuk mengakui bahwa mustahil ada dua pencipta alam yang memiliki sifat dan kemampuan yang sama
2.4 Fungsi Aqidah
Sebagai hal yang sangat fundamental bagi seseorang, aqidah oleh karenanya disebut sebagai titik tolak dan sekaligus merupakan tujuan hidup. Atas dasar itu maka aqidah memiliki peran yang sangat penting di dalam memunculkan semangat peningkatan kualitas hidup seseorang. Fungsi tersebut antara lain:
A. Akidah Dapat Menimbulkan Optimisme Dalam Kehidupan.Sebab manusia yang di dalam dirinya tertanam akidah atau keyakinan yang kuat, akan selalu merasa optimis dan merasa akan berhasil dalam segala usahanya. Keyakinan ini didorong oleh keyakinan yang lain bahwa allah sangat dekat padanya, bahkan selalu menyertainya dalam usaha dan aktivitas-aktivitasnya.
B.  Akidah Dapat Menumbuhkan Kedisiplinan.
Disiplin dimaksud, seperti disebut oleh beberapa Ulama, adalah kepatuhan dan ketaatan dalam mengikuti semua ketentuan dan tata tertib yang berlaku, termasuk hukum alam (sunnah allah) dengan kesadaran dan tanggung jawab. Akidah yang mantap akan mampu menempatkan diri seseorang sebagai makhluk berdisiplin tinggi dalam kehidupanya. Disiplin adalah kata kunci untuk keberhasilan. Karena itu bila seseorang muslim ingin berhasil, ia harus berdisplin. Tanpa dsiplin, tidak munngkin seseorang dapat meraih kesuksesanya. Dalam konteks peningkatan kualitas hidup displin sangat dituntut terutama:
1. Disiplin dalam waktu. Artinya, tertib dan teratur dalam memanfaatkannya dalam penanganan kerja maupun dalam melakukan ibadah mahdhah.
2. Disiplin dalam bekerja. Artinya, seorang muslim yang berakidah menyadari bahwa ia harus bekerja, sebagai pelaksanaan tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah. Dan agar kerjanya berhasil baik, diperlukan sikap displin. Sebab penangan kerja dengan kedisplinan akan menghasilkan sesuatu secara maksimal dan membahagiakan.
C.  Aqidah Berpengaruh Dalam Peningkatan Etos Kerja.
Sebab seseorang yang memilki keyakinan yang mantap akan selalu berupaya keras untuk keberhasilan kerjanya, sebagai bagian dari pemenuhan kataatanya pada Allah. Dengan demikian melalui aqidahnya akan tersembul etos kerja yang baik yang tercermin dari ciri-ciri berikut ini:
1) Memiliki jiwa kepeloporan dalam menegakan kebenaran
Kepeloporan disini dimaksud sebagai mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Jadi, ia memilki kemampuan untuk mengambil posisi dan sekaligus memainkan peran (role) sehingga kehadiranya selalu dirasakan memberikan spirit bagi munculnya semangat peningkatan kualitas hidup setiap oran di sekitarnya.
2) Memiliki perhitungan (kalkulatif)
Setiap langkah dalam hidupnya selalu diperhitungkan dari segala aspek, termasuk untung dan resikonya, dan tentu saja sebuah perhitungan yang rasional.
3) Memiliki rasa iri yang mendalam pada perbuatan tidak merasa puas dalam berbuat kebajikan.
Tipe muslim yang memilki aqidah yang kaut akan tampak dari semangatnya yang tak kenal lelah melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai dan menegakan kebaikan. Sekali dia berniat, ia akan menepati cita-citanya secara serius dan cermat, serta tidah mudah menyerah bila berhadapan dengan cobaan dan rintangan. Dengan semangat semacam ini seorang muslim selalu berusaha mengambil posisi dan memainkan peranan positif, dinamis, dan keratif dalam penanganan kerjanya, dan memberi contoh kepada orang yang disekitarnya.



BAB III
Syariat
3.1 Pengertian syariat
Syariat Islam adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Maka oleh sebagian penganut Islam, syariat Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini. Terkait dengan susunan tertib syariat, Al Qur'an dalam surat Al Ahzab ayat 36 yang berbunyi :
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً
Artinya :
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (QS Al Azhab 73:33)
Terjemahan
“It is not fitting for a Believer, man or woman, when a matter has been decided by Allah and His Messenger to have any option about their decision: if any one disobeys Allah and His Messenger, he is indeed on a clearly wrong Path” (QS Al Azhab 73:33)

mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan Rasul-Nya sudah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Oleh sebab itu, secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan Rasul-Nya belum menetapkan ketentuannya, maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat Al Qur'an dalam Surat Al Maidah (QS 5:101) yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah. Yang  berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَسْأَلُواْ عَنْ أَشْيَاء إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْأَلُواْ عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللّهُ عَنْهَا وَاللّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ  
Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Qur'an itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah mema`afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun” (QS 5:101)
Terjemahan
“O ye who believe! Ask not questions about things which, if made plain to you, may cause you trouble. But if ye ask about things when the Qur'an is being revealed, they will be made plain to you, Allah will forgive those: for Allah is Oft-forgiving, Most Forbearing” (QS 5:101)

Dengan demikian, perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah SWT itu dapat disederhanakan dalam dua kategori, yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara' dan perkara yang masuk dalam kategori Furu' Syara'.
·         Asas Syara'
Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Qur'an atau Al Hadits. Kedudukannya sebagai Pokok Syari'at Islam dimana Al Qur'an itu asas pertama Syara' dan Al Hadits itu asas kedua Syara'. Sifatnya, pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada, sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman, kecuali dalam keadaan darurat.
Keadaan darurat dalam istilah agama Islam diartikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan umat Islam tidak mentaati Syariat Islam, ialah keadaan yang terpaksa atau dalam keadaan yang membahayakan diri secara lahir dan batin, dan keadaan tersebut tidak diduga sebelumnya atau tidak diinginkan sebelumnya, demikian pula dalam memanfaatkan keadaan tersebut tidak berlebihan. Jika keadaan darurat itu berakhir maka segera kembali kepada ketentuan syariat yang berlaku.
·         Furu' Syara'
Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al'quran dan Al Hadist. Kedudukannya sebagai cabang Syariat Islam. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya. Perkara atau masalah yang masuk dalam furu' syara' ini juga disebut sebagai perkara ijtihadiyah.
Pengertian Secara Istilah
Secara istilah, syariah mempunyai dua makna, pertama makna umum dan kedua makna khusus. Makna pertama adalah agama, yaitu apa-apa yang Allah tetapkan untuk hamba-hamba-Nya dan mengutus utusan dengan kitab-kitab untuk menyampaikannya dan untuk menunjukkan manusia kepada kebaikan akhlak, muamalah dan dalam hubungan dengan Sang Pencipta. dengan makna ini, syariah bermakna agama secara keseluruhan yang mencakup dasar dan bagian-bagiannya. sebagaimana firman Allah :


شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحاً وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ 


Artinya : "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)." (QS Asy-Syura : 13)
Terjemahan
“ The same religion has He established for you as that which He enjoined on Noah - the which We have sent by inspiration to thee - and that which We enjoined on Abraham, Moses, and Jesus: Namely, that ye should remain steadfast in religion, and make no divisions therein: to those who worship other things than Allah, hard is the (way) to which thou callest them. Allah chooses to Himself those whom He pleases, and guides to Himself those who turn (to Him)”

Setiap nabi dan rosul di perintahkan untuk menegakkan agama Allah, yaitu menegakkan tauhid dengan meng-esa-kan Allah. dan dengan ini, maka syariah berarti dasar agama.
Makna kedua adalah makna yang khusus, yaitu hukum-hukum syariah amaliyah (fiqih). dengan makna ini, syariah di sebut untuk bagian-bagian agama yang termasuk di dalamnya masalah-masalah ibadah. dengan makna ini juga berarti syariah tidak sama dengan syariah yang lainnya. Allah berfirman :
وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً عَلَيْهِ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ عَمَّا جَاءكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَـكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُم فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ إِلَى الله مَرْجِعُكُمْ جَمِيعاً فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Artinya :
"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[1] terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu[2], Kami berikan aturan dan jalan yang terang."  (QS Al-Maidah : 48)
Terjemahan
“To thee We sent the Scripture in truth, confirming the scripture that came before it, and guarding it in safety: so judge between them by what Allah hath revealed, and follow not their vain desires, diverging from the Truth that hath come to thee. To each among you have we prescribed a law and an open way. If Allah had so willed, He would have made you a single people, but (His plan is) to test you in what He hath given you: so strive as in a race in all virtues. The goal of you all is to Allah; it is He that will show you the truth of the matters in which ye dispute” (QS Al-Maidah : 48)

Dan agama berarti hukum-hukum dan aturan-aturan. dan hukum syariah di bagi menjadi tiga: Hukum Syariah I'tiqadiyah (Tauhid), Hukum Syariah Akhlaqiah (Tahdzib), dan Hukum Syariah Amaliyah (Fiqih).
3.2 Sumber hukum islam
1. Al Qur'an
Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman (QS Saba 34:28). Selain sebagai sumber ajaran Islam, Al Qur'an disebut juga sebagai sumber pertama atau asas pertama Syara'.
(QS Saba 34:28) Berbunyi :
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيراً وَنَذِيراً وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya : “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS Saba 34:28)
Terjemahan
Meaning : “ We have not sent thee but as a universal (Messenger) to men, giving them glad tidings, and warning them (against sin), but most men understand not.” (QS Saba 34:28)

Al Qur'an merupakan kitab suci terakhir yang turun dari serangkaian kitab suci lainnya yang pernah diturunkan ke dunia. Dalam upaya memahami isi Al Qur'an dari waktu ke waktu telah berkembang tafsiran tentang isi-isi Al Qur'an namun tidak ada yang saling bertentangan.
2. Al Hadist
1. Hadits Hasan 2. Hadits Shaheh 3. Hadits Dhaif 4. maudu'
3. Ijtihad
Ijtihad adalah sebuah usaha untuk menetapkan hukum Islam berdasarkan Al Qur'an dan Al Hadist. Ijtihad dilakukan setelah Nabi Muhammad SAW wafat sehingga tidak bisa langsung menanyakan pada beliau tentang sesuatu hukum. Namun, ada hal-hal ibadah tidak bisa di ijtihadkan. Beberapa macam ijtihad, antara lain :
A.      Ijma,  kesepakatan para-para ulama
B.      Qiyas, diumpamakan dengan suatu hal yang mirip dan sudah jelas hukumnya
C.      Maslahah Mursalah, untuk kemaslahatan umat
D.      'Urf, kebiasaan
Perbedaan Al Qur'an dan Al Hadist
- AL QUR'AN, merupakan Kitab Suci yang Oleh Pemeluknya dianggap sebagai 'Suara Tuhan' yang dituliskan. - Al HADIS, merupakan Kumpulan yang Khusus memuat 'Ucapan-ucapan nabi Muhammad' dan 'Cerita-cerita tentang Nabi Muhammad'.
3.3 Pembagian Syariat Islam

 Hukum yang diturunkan melalui Nabi Muhammad saw. untuk segenap manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Ilmu Tauhid, yaitu hukum atau peraturan-peraturan yang berhubungan dengan dasar-dasar keyakinan agama Islam, yang tidak boleh diragukan dan harus benar-benar menjadi keimanan kita. Misalnya, peraturan yang berhubungan dengan Dzat dan Sifat Allah swt. yang harus iman kepada-Nya, iman kepada rasul-rasul-Nya, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan iman kepada hari akhir termasuk di dalamnya kenikmatan dan siksa, serta iman kepada qadar baik dan buruk. Ilmu tauhid ini dinamakan juga Ilmi Aqidah atau Ilmu Kalam.
2. Ilmu Akhlak, yaitu peraturan-peraturan yang berhubungan dengan pendidikan dan penyempurnaan jiwa. Misalnya, segala peraturan yang mengarah pada perlindungan keutamaan dan mencegah kejelekan-kejelekan, seperti kita harus berbuat benar, harus memenuhi janji, harus amanah, dan dilarang berdusta dan berkhianat.
3. Ilmu Fiqh, yaitu peraturan-peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya dan hubungan manusia dengan sesamanya. Ilmu Fiqh mengandung dua bagian: pertama, ibadah, yaitu yang menjelaskan tentang hukum-hukum hubungan manusia dengan Tuhannya. Dan ibadah tidak sah (tidak diterima) kecuali disertai dengan niat. Contoh ibadah misalnya shalat, zakat, puasa, dan haji. Kedua, muamalat, yaitu bagian yang menjelaskan tentang hukum-hukum hubungan antara manusia dengan sesamanya. Ilmu Fiqh dapat juga disebut Qanun (undang-undang)

3.4 Tujuan Syariat Islam
Menurut buku “Syariah dan Ibadah” (Pamator 1999) yang disusun oleh Tim Dirasah Islamiyah dari Universitas Islam Jakarta, ada 5 (lima) hal pokok yang merupakan tujuan utama dari Syariat Islam, yaitu:
1. Memelihara kemaslahatan agama (Hifzh al-din)
Agama Islam harus dibela dari ancaman orang-orang yang tidak bertanggung-jawab yang hendak merusak aqidah, ibadah dan akhlak umat. Ajaran Islam memberikan kebebasan untuk memilih agama, seperti ayat Al-Quran:

Artinya : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah [2]: 256).
Terjemahan
“ Let there be no compulsion in religion: Truth stands out clear from Error: whoever rejects evil and believes in Allah hath grasped the most trustworthy hand-hold, that never breaks. And Allah heareth and knoweth all things” (QS Al-Baqarah [2]: 256).

Akan tetapi, untuk terpeliharanya ajaran Islam dan terciptanya rahmatan lil’alamin, maka Allah SWT telah membuat peraturan-peraturan, termasuk larangan berbuat musyrik dan murtad:


“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang mempesekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS An-Nisaa [4]: 48).

Terjemahan
“And give the women (on marriage) their dower as a free gift; but if they, of their own good pleasure, remit any part of it to you, Take it and enjoy it with right good cheer” (QS An-Nisaa [4]: 48).
Dengan adanya Syariat Islam, maka dosa syirik maupun murtad akan ditumpas.
2. Memelihara jiwa (Hifzh al-nafsi)
Agama Islam sangat menghargai jiwa seseorang. Oleh sebab itu, diberlakukanlah hukum qishash yang merupakan suatu bentuk hukum pembalasan. Seseorang yang telah membunuh orang lain akan dibunuh, seseorang yang telah mencederai orang lain, akan dicederai, seseorang yang yang telah menyakiti orang lain, akan disakiti secara setimpal. Dengan demikian seseorang akan takut melakukan kejahatan. Ayat Al-Quran menegaskan:

“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema`afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema`afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma`af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. (QS Al-Baqarah [2]: 178).

Terjemahan
“O ye who believe! the law of equality is prescribed to you in cases of murder: the free for the free, the slave for the slave, the woman for the woman. But if any remission is made by the brother of the slain, then grant any reasonable demand, and compensate him with handsome gratitude, this is a concession and a Mercy from your Lord. After this whoever exceeds the limits shall be in grave penalty.”
Namun, qishash tidak diberlakukan jika si pelaku dimaafkan oleh yang bersangkutan, atau daiat (ganti rugi) telah dibayarkan secara wajar. Ayat Al-Quran menerangkan hal ini:
3. Memelihara akal (Hifzh al-’aqli)
Kedudukan akal manusia dalam pandangan Islam amatlah penting. Akal manusia dibutuhkan untuk memikirkan ayat-ayat Qauliyah (Al-Quran) dan kauniah (sunnatullah) menuju manusia kamil. Salah satu cara yang paling utama dalam memelihara akan adalah dengan menghindari khamar (minuman keras) dan judi.
4. Memelihara keturunan dan kehormatan (Hifzh al-nashli)
Islam secara jelas mengatur pernikahan, dan mengharamkan zina. Didalam Syariat Islam telah jelas ditentukan siapa saja yang boleh dinikahi, dan siapa saja yang tidak boleh dinikahi
5. Memelihara harta benda (Hifzh al-mal)
Dengan adanya Syariat Islam, maka para pemilik harta benda akan merasa lebih aman, karena Islam mengenal hukuman Had, yaitu potong tangan dan/atau kaki. Seperti yang tertulis di dalam Al-Quran:

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagaimana) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha Bijaksana”
(QS Al-Maidah [5]: 38).
Terjemahan
“As to the thief, Male or female, cut off his or her hands: a punishment by way of example, from Allah, for their crime: and Allah is Exalted in power” (QS Al-Maidah [5]: 38).

Hukuman ini bukan diberlakukan dengan semena-mena. Ada batasan tertentu dan alasan yang sangat kuat sebelum diputuskan. Jadi bukan berarti orang mencuri dengan serta merta dihukum potong tangan. Dilihat dulu akar masalahnya dan apa yang dicurinya serta kadarnya. Jika ia mencuri karena lapar dan hanya mengambil beberapa butir buah untuk mengganjal laparnya, tentunya tidak akan dipotong tangan. Berbeda dengan para koruptor yang sengaja memperkaya diri dengan menyalahgunakan jabatannya, tentunya hukuman berat sudah pasti buatnya. Dengan demikian Syariat Islam akan menjadi andalan dalam menjaga suasana tertib masyarakat terhadap berbagai tindak pencurian.
- See more at: http://ilfen.blogspot.com/2012/12/makalah-tentang-aqidahshariat-dan-ahlak_8376.html#sthash.EWY9W2OB.dpuf