Rahasia Bisnis Rasulullah Saw Yang Perlu Kita Tahu

Tags

Melalui pembacaan yang kami baca baru-baru ini, "Rahasia Bisnis Rasulullah Saw". Setiap apa yang kita buat sering saja kita akan mencontoh Nabi kita, Nabi Muhammad saw, junjungan besar kita adalah sebaik-baik contoh dan ikutan sepanjang zaman.Baik dari segi percakapan, berpakaian, makan dan minum dan lain-lain hal. Jadi mselim3 berminat nak kongsikan bagaimana dengan "Cara Rasullulah Saw Sukses Dalam Bisnis".
Nabi dilatih menjadi seorang pemimpin dalam bidang bisnis sejak kecil. Ini bukan proses yang singkat dan mudah. Sebaliknya Baginda menerima "pelatihan bisnis" sejak berumur 12 tahun dari paman beliau, Abu Thalib.
Singkatnya, Nabi mengenali dan mempraktikkan bisnis sejak berusia 12 tahun. Kemudian pada usia 17 tahun, beliau memulai bisnis sendiri atas dorongan Abu Thalib agar Baginda berbisnis bagi mengurangi tanggungan keluarga.
Kepemimpinan sangat diperlukan jika ingin sukses dan cemerlang dalam bisnis. Nabi telah diberikan pelatihan praktis bagi membentuk daya kepemimpinan Baginda. Latihannya adalah sebagai seorang pengembala kambing. Apakah tugas pengembala kambing dengan fitur kepemimpinan Rasullulah saw?

1- Kemampuan memberikan arahan
Para pengembala perlu mengarahkan kambing-kambing ke padang yang memiliki rumput yang subur dan hijau. Ingat bukan senang hendak mengarahkan bintang dalam jumlah yang banyak. Apa yang penting adalah kesabaran. Kesabaran adalah kunci yang sangat-sangat penting dalam semua hal termasuk dalam bisnis.

2- Kemampuan Mengawasi
Para pengembala perlu mengawasi dan membawa pulang kambing-kambing ke kandang agar tidak hilang atau tersesat. Kita dalam dunia yang serba canggih ini, manusia pun langgar lampu sinyal. Ini kan akan mengawasi kambing-kambing. Manusia yang dididik dengan hukum sering melanggar hukum yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Jadi disinilah letaknya keistimewaan dan ketinggian kepribadian Rasulullah saw. Bayangkan bagaimana menjaga ternak di atas padang pasir yang terbentang luas, kalau seekor saja terlepas dari tahanan mana ada GPS, google dan sebagainya. Fikir-fikirkanlah ...

3- Kemampuan menjaga, mengontrol dan melindungi
Para pengembala harus menjaga, mengontrol dan melindungi ternaknya dari gangguan predator seperti serigala dan pencuri.
Berbisnis Ala Cara Nabi

1- Berbisnis Kecil-Kecilan
Rasullulah saw memulai karier bisnisnya secara kecil-kecilan di kota Mekah. Beliau membeli barang dari pasar dan menjualnya kepada orang lain. Inilah konsep dasar dalam bidang bisnis yaitu membeli dan menjual.

2- Mencari Modal dan Investor
Rasullulah saw menerima modal dari para investor yang tidak sanggup menjalankan sendiri mereka. Mereka memberikan kepercayaan kepada seseorang yang mereka anggap jujur ​​dana amanah (al-amin) untuk mengelola bisnis dengan menggunakan harta dan uang mereka. Konsep ini berdasarkan kerjasama mudharabah yaitu melalui upah atau fee based atau berbagi keuntungan (profit sharing).

3- Berakhlak Mulia Sebagai Satu Merek
Dalam mengelola bisnis Baginda menunjukkan akhlak yang hebat seperti kejujuran dan keteguhan memegang amanah yang diberikan. Akhlak yang tulus dan luhur salah satu metode Baginda melakukan branding bisnisnya. Beliau selalu mengutamakan pelanggan dalam bisnis beliau. Efeknya, banyak pemodal di Mekah bekerjasama dengan Rasullulah saw.
Antaranya istrinya sendiri Khadijah binti Khuwalid menawarkan kesepakatan konsep mudharabah (pembagian hasil). Melalui metode ini, Khadijah bertindak sebagai pemodal sementara Baginda sebagai operator modal.

4- Bisnis Lelang
Contoh transaksi ini dapat dilihat melalaui hadis yang diriwayatkan oleh Anas ra. Nabi saw bersabda: "Ada orang yang ingin membeli kain dan bekas minuman ini?"
Ada seorang yang menawarkannya dengan harga 1 dirham. Kemudian Nabi bertanya jika ada orang yang ingin membelinya dengan harga lebih tinggi.
Lalu datang seorang pria menawarkan sebanyak 2 dirham. Baginda menjualnya kepada orang itu dengan harga 2 dirham.
(Riwayat a-Tarmizi)

5- Pengunaan Sistem Kredit
Ketika melakukan transaksi pembelian, kadangkala Nabi menggunakan sistem kredit. Untuk menunjukkan tanda terima kasih Baginda kepada orang yang telah memberikan utang, Nabi Muhammad sering membayar utang dengan melebihi harga yang diperoleh.
Beliau bersabda: "Berikan kepadanya unta tersebut, sebab orang yang paling utama adalah orang yang menebus utangnya dengan cara paling baik." (Riwayat al-Bukhari)

6- Mendorong Orang Lain Berniaga
Rasullulah saw sering mendorong dan membantu orang lain berbisnis. Antara buktinya adalah sabda-sabda Nabi berikut:
Berusaha untuk mendapatkan yang halal adalah kewajiban, disamping tugas yang telah diwajibkan. "(Riwayat Baihaqi)
"Tidak ada satupun makanan yang lebih baik dari yang dimakan dari hasil keringat sendiri." (Riwayat al-Bukhari)
"Pedagang jujur ​​dan dapat dipercaya akan bersama para nabi, para siddiq dan para syuhada." (Riwayat al-Bukhari)
"Allah memberikan rahmat kepada setiap orang yang bersikap baik ketika menjual, membeli, dan membuat pernyataan." (Riwayat al-Bukhari)
Uang Bukanlah Segala-galanya
Ya, uang memang penting dalam kehidupan tetapi ia bukanlah satu tujuan hidup. Uang bukanlah segala-galanya, kita perlu uang untuk hidup tetapi kita bukan hidup untuk uang. Jadi, ikutlah resmi Rasullulah saw.
Semakin kita senang, semakin kita tunduk kepada Maha Pencipta seperti resminya padi semakin berisi semakin tunduk merendah diri, tapi jangan hidup macam resminya lalang semakin tinggi semakin meninggi diri. Melalui sirah Baginda kita dapat pelajari:
Uang bukanlah modal utama dalam bisnis. Modal yang paling utama bagi insan adalah kejujuran dan kerja keras.
Akidah dan akhlak tunjang utama dalam bisnis. Jadi, Nabi melarang seseorang menyembunyikan cacat barang yang ingin dijual, menipu pembeli pembeli, dan melakukan tindakan yang salah. Jika akidah dan akhlak kuat dan mantap, maka segala masalah dapat diatasi.
Menguasai ilmu bisnis. Rasullulah saw menguasai ilmu bisnis melalui pengalaman. Beliau juga menguasai dan mengetahui kebaikan sesuatu bisnis dan bahaya riba sampai Rasullulah saw menggalakkkan jual beli dan mengharamkan sistem riba.
Berupaya untuk memperoleh keuntungan, Bukannya menjalankan bisnis secara sembarangan. Bidang bisnis menuntut para pedagang agar selalu gigih dan komitmed terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Artikel Terkait